RI Genjot Target Produksi Emas hingga Batu Bara meski Ada Covid-19

Kementerian ESDM meningkatkan target produksi emas, timah, nikel hingga batu bara tahun ini. Padahal, produksinya terganggu pandemi Covid-19 tahun lalu.
Image title
21 Januari 2022, 09:41
emas, nikel, timah, batu bara, esdm,
PT Antam Tbk
Aktivitas peleburan nikel di pabrik feronikel PT Antam Tbk, Unit Bisnis Pertambangan Nikel Sulawesi Tenggara

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM meningkatkan target produksi komoditas mineral seperti emas, perak dan timah tahun ini. Padahal, beberapa di antaranya mengalami gangguan akibat pandemi Covid-19 tahun lalu.

Produksi timah misalnya, hanya mencapai 49% dari target tahun lalu. Ini karena terhambat pandemi corona yang berdampak terhadap kinerja operasional produksi.

"Namun harga komoditas sedang tinggi, sehingga ke penerimaan negara cukup tinggi di sini (timah)" ujar Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin dalam  Konferensi Pers Capaian Kinerja 2021 dan Program Kerja 2020 Sub Sektor Minerba, Kamis (20/1).

Advertisement

Produksi Nickel Pig Iron dan Nickel Matte juga turun tahun lalu. Ini karena Furnace Rebuild di PT Vale dan pembatasan jam operasional smelter lain karena pandemi Covid-19.

Meski begitu, Kementerian ESDM tetap menaikan target produksi komoditas mineral tahun ini. Rinciannya sebagai berikut:

  • Produksi katoda tembaga ditarget naik 0,51% dari realisasi 2021 289,5 ribu ton menjadi 291 ribu ton tahun ini
  • Produksi emas meningkat dari 78,9 ribu ton menjadi 94,9 ribu ton
  • Produksi perak naik dari 397,2 ribu ton menjadi 427,2 ribu ton
  • Produksi timah meningkat dari 34,5 ribu ton menjadi 70 ribu ton
  • Produksi Feronikel meningkat dari 1,585 juta ton menjadi 1,669 juta ton
  • Produksi nickel pig iron meningkat dari  799,6 ribu ton menjadi menjadi 831 ribu ton
  • Produksi nickel matte naik dari 82,3 ribu ton menjadi 83,9 ribu ton
  • Produksi batu bara naik dari 625 juta ton menjadi 663 juta ton

Tahun lalu, produksi batu bara hanya mencapai 614 juta ton atau 98,2% dari target. Sedangkan total pemanfaatan batu bara domestik 133 juta ton atau 96,7% dari target 137,5 juta ton pada 2021.

Menteri ESDM Arifin Tasrif yakin untuk menaikan target produksi batu bara tahun ini. Alasannya, konsumsi domestik diprediksi meningkat.

Produksi batu bara digenjot tahun ini, supaya bisa diekspor 497,2 juta ton. Sisanya, 165,7 juta ton untuk kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).

"Tahun ini kami harapkan produksi bisa ditingkatkan menjadi 663 juta ton dan konsumsi domestik 165,7 juta ton. Semoga masalah pandemi bisa teratasi," ujarnya dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2021 dan Rencana Kerja Tahun 2022, pekan lalu (12/1).

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait