Cina Luncurkan Vaksin Covid-19 Sekali Suntik Convidecia

Produsen vaksin corona asal Cina, CanSino SPH Biologics Inc meluncurkan Convidecia. Vaksin Covid-19 hanya membutuhkan sekali suntikan dan menawarkan perlindungan total 14 hari.
Desy Setyowati
30 Januari 2022, 15:17
vaksin covid-19, vaksin booster, vaksin corona, virus corona, covid-19, cina, tiongkok
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin booster saat penyuntikan vaksin di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Produsen vaksin virus corona asal Cina, CanSino SPH Biologics Inc meluncurkan Convidecia pada Kamis waktu setempat (27/1). Vaksin Covid-19 ini hanya butuh sekali suntik atau satu dosis.

“Itu satu-satunya vaksin Covid-19 dosis tunggal di antara tujuh vaksin yang disetujui di Cina untuk melawan virus corona baru," kata salah satu pendiri sekaligus kepala petugas ilmiah CanSino Zhu Tao dikutip dari ChinaDaily, Sabtu (29/1).

CanSino mendapat persetujuan untuk memasarkan Convidecia pada Februari 2021. Vaksin Covid-19 ini menawarkan perlindungan total dalam 14 hari.

Advertisement

Otoritas kesehatan menilai bahwa vaksin corona satu dosis dapat memfasilitasi vaksinasi massal lebih cepat dan nyaman bagi individu yang memiliki jadwal ketat atau mobilitas terbatas.

Awal tahun lalu, CanSino, Shanghai Pharmaceuticals Holding Co, dan Shanghai Biomedical Industry Equity Investment Fund menandatangani perjanjian usaha patungan untuk mendirikan CanSino SPH.

CanSino SPH membangun fasilitas produksi seluas 50 ribu meter persegi di Baoshan. "Butuh waktu kurang dari 10 bulan dari mendirikan usaha patungan hingga memproduksi vaksin," kata Gubernur distrik Baoshan Gao Yiyi.

CanSino SPH mengandalkan profesional dan sumber daya dari CanSino, Shanghai Pharmaceuticals Holding Co, dan Shanghai Biomedical Industry Equity Investment Fund.

“Pabrik telah membentuk produksi obat yang stabil dan efisien, serta sistem manajemen mutu. Selain itu, dapat mencapai kapasitas produksi tahunan 200 juta dosis vaksin," kata perusahaan dalam keterangan pers.

CanSino SPH mengatakan bahwa prosedur produksi inti, pembersihan, sterilisasi, pembotolan, pembatasan, dan inspeksi, semuanya otomatis menggunakan teknologi manufaktur cerdas dan peralatan penginderaan informasi.

Semua prosedur, termasuk menimbang botol untuk memastikan jumlah vaksin diklaim akurat. Selain itu, dilakukan oleh operator yang bekerja secara online dalam upaya untuk mengurangi jumlah orang yang bekerja di tempat di area produksi.

Pada Maret, CanSino mengumumkan bahwa data klinis fase III global menunjukkan kemanjuran perlindungan vaksin secara keseluruhan adalah 63,7% untuk 14 hari setelah inokulasi.

Produksi Convidecia dari Shanghai diperkirakan meningkat secara signifikan.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait