Freeport, TNI, Polri Perbaiki Sarana Air Bersih di Kampung Mimika

Warga Kampung Waa Banti sempat pergi pasca-gangguan keamanan. Saat kembali, infrastruktur rusak. Freeport, TNI dan Polri pun membangun sarana air bersih dan listrik di wilayah ini.
Desy Setyowati
8 Februari 2022, 20:41
freeport, papua, air bersih, listrik, listrik papua
Arief Kamaludin | Katadata
Logo Freeport Indonesia

PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama TNI, Polri, dan Kepala Kampung Waa Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua memperbaiki infrasruktur air bersih dan instalasi listrik setempat. Perbaikan selesai akhir 2021.

Waa Banti merupakan kampung yang berlokasi lima kilometer dari area operasi Freeport Indonesia. Warga di sana sempat meninggalkan kampung pasca-gangguan keamanan.

Mereka kembali ke kampung pada awal 2021, namun mengalami kesulitan air bersih dan listrik pada malam hari. Ini karena mayoritas infrastruktur rusak.

“Freeport memberi perhatian, mendukung pembangunan dan perbaikan fasilitas ini agar masyarakat nyaman tinggal di kampung halaman,” kata Vice President Sustainable Development Freeport Indonesia Nathan Kum dalam keterangan pers, Selasa (8/2).

Advertisement

Freeport Indonesia mengeluarkan US$ 500 ribu atau lebih dari Rp 7 miliar untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas air bersih dan listrik tahun lalu.

Pembangunan itu bukan tanpa hambatan. Pembuatan dam atau bak air di daerah Opitogong misalnya, harus menempuh jarak sekitar lima kilometer dari perkampungan. Letaknya di atas bukit dengan kondisi akses jalan terjal dan berlumpur.

“Perjalanan para pekerja untuk sampai ke dam tersebut membutuhkan minimal 1,5 jam sekali jalan. Ini merupakan tantangan tersendiri,” ujar Group Leader Community Infrastructure Freeport Indonesia Rolly Nelwan.

Freeport Indonesia juga memperbaiki generator kapasitas 550 kVA di area Banti II. Ini mencakup perbaikan semua trafo, pemasangan tiang listrik, serta jaringan listrik di dalam rumah warga.

“Banyak sekali jaringan listrik di dalam dan luar rumah yang rusak, sehingga perbaikan membutuhkan waktu dan biaya besar,” tambah Rolly.

Kini, warga kampung Waa Banti tidak perlu lagi membeli lilin dan dapat beraktivitas pada malam hari. Selain itu, tak harus menampung air hujan atau berjalan jauh ke sungai untuk mencuci baju maupun mandi.

Dengan dipenuhinya kebutuhan dasar tersebut, Freeport Indonesia berharap masyarakat mampu melakukan kegiatan sehari-hari serta yang berhubungan dengan kesehatan, pendidikan dan ekonomi.  

Setelah perbaikan selesai, Freeport Indonesia berjanji melakukan pemeliharan peralatan. Perusahaan akan bekerja sama dengan Kontraktor lokal binaan milik putra asli daerah, yakni PT Makmur Namum dan PT Namor Nin Berdikari Papua.

Untuk pengadaan listrik, Freeport Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat suku Amungme dan Kamoro (YPMAK).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait