Menteri PUPR Basuki Ungkap Cara Mitigasi Banjir di Ibu Kota Baru

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono membocorkan strategi pembangunan infrastruktur di ibu kota baru, guna mengantisipasi banjir dan longsor.
Desy Setyowati
19 November 2022, 19:50
ibu kota baru, ibu kota negara, ikn, menteri pupr, menteri basuki
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nym.
Suasana Jembatan Pulau Balang yaitu penghubung Balikpapan dengan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, Jumat (7/10/2022).

Pemerintah menargetkan pemindahan ibu kota selesai pada semester I 2024. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun mengungkapkan strategi pembangunan infrastruktur untuk memitigasi potensi bencana longsor dan banjir di ibu kota baru.

Utamanya, “menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Menteri PUPR Basuki dalam diskusi online yang dipantau dari Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu (19/11).

Cara memitigasi longsor yakni:

  1. Mempertahankan ruang hijau lebih dari 75% dari total 6.600 hektare luas Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP)
  2. Memasang sensor pengawas pergerakan tanah
  3. Membangun infrastruktur mengikuti topografi dengan memanfaatkan cekungan untuk embung
  4. Merancang jalan dengan kemiringan kurang dari 10%
  5. Menghindari pembangunan di lokasi dengan kerentanan gerakan tanah tinggi
  6. Sangat menghindari pengupasan tebing atau lereng

“Kami seminimal mungkin melakukan metode proses pengerjaan tanah cut and fill. Kami ikuti topografinya. Kam ingin memanfaatkan topografi daerah menjadi estetika ibu kota negara (IKN)," kata Basuki.

Advertisement

Sedangkan cara untuk memitigasi potensi bencana banjir (flood) yaitu:

  1. Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi dengan progres fisik sekitar 78% dan kapasitas tampungan 10,6 juta meter kubik. Ini untuk mengendalikan banjir di kawasan ibu kota baru hingga 55%.
  2. Akan dibangun 19 embung di KIPP sebagai sistem drainase kawasan, sekaligus menciptakan harmoni antara green and blue development atau pembangunan hijau dan biru

Kemudian, upaya mitigasi struktural dilakukan dengan memperhatikan tiga aspek dalam membangun infrastruktur. Ketiganya yakni:

  1. Menjamin kualitas
  2. Menjaga kelestarian lingkungan
  3. Memperhatikan estetika

Infrastruktur yang dibangun menggunakan inovasi teknologi mutakhir guna memastikan kualitas tinggi dalam aspek kekuatan, keamanan, keselamatan, ketahanan, dan kenyamanan termasuk pemanfaatan Building Information Model (BIM).

Hal itu untuk menunjang perubahan disain yang dinamis sesuai kebutuhan lapangan.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait