Fintech DANA Buat Fitur Data Warung untuk Salurkan Bantuan Efek Corona

Bantuan yang diberikan dapat berupa uang tunai atau persediaan bahan pokok dengan harga normal. Warung bisa didaftarkan lewat aplikasi DANA.
Image title
8 April 2020, 17:35
Fintech DANA Buat Fitur Data Warung untuk Dapat Bantuan Pandemi Corona
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi DANA di acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Center,  Jakarta (23/9). 

Startup teknologi finansial (fintech) pembayaran DANA membuat fitur pendataan warung, dalam rangka program Siap Siaga Covid-19. Warung yang terdata bakal mendapat bantuan pemerintah guna menahan dampak pandemi corona terhadap perekonomian masyarakat.

Bantuan yang diberikan dapat berupa uang tunai atau persediaan bahan pokok dengan harga normal. Kebutuhan pokok ini akan disediakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) klaster pangan yang bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM.

"Melalui fitur itu, kami mengajak pengguna DANA untuk mendaftarkan warung-warung di sekitar tempat tinggalnya," kata CEO DANA Vincent Iswara dalam siaran pers pada Rabu (8/4). 

(Baca: TaniHub, Wahyoo dan Tukangsayur Dukung Penyaluran Bantuan Lewat Warung)

Pengguna DANA bisa mendaftarkan warung terdekat agar bisa mendapat bantuan dari pemerintah. Caranya, akses miniprogram Siap Siaga Covid-19 pada platform DANA untuk mendaftarkan warung.

Kemudian pengguna bisa memilih opsi 'Daftarkan Warung Sekitar Kamu'. Pengguna hanya perlu mengisi nama, nomor telepon pemilik warung, jenis usaha, serta alamat tempat usaha.

Daftar warung itu akan langsung diserahkan kepada Kementerian Koperasi dan UKM. Kementerian Koperasi dan UKM memang mempunyai program pendataan para pelaku UMKM, termasuk warung kelontong dan warung makan kecil yang terdampak pandemi corona.

Data warung yang diterima Kementerian Koperasi dan UKM akan diolah dan bantuan akan didistribusikan kepada warung-warung tersebut. (Baca: Raih Pendanaan dari East Ventures, BukuWarung Berencana Perluas Pasar)

Dalam siaran pers, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan stimulus ekonomi, salah satunya dengan memperkuat daya beli masyarakat. Hal ini untuk mendorong penjualan produk UMKM.

“Selain itu, kami juga sedang memikirkan bagaimana warung-warung tradisional yang saat ini jumlahnya cukup banyak, sekitar 3,5 juta, dapat tetap berjualan dan mendapatkan pasokan barang dari pemerintah maupun swasta,” kata Teten dalam siaran pers, akhir Maret lalu.

Warung-warung tersebut nantinya dapat membantu pemerintah mendistribusikan kebutuhan pokok ke warga sekitar tanpa harus terjadinya perkumpulan massa.

“Pemerintah tidak tidak bisa sendiri dalam menangani situasi ini. Perlu ada kerja sama dengan swasta dan masyarakat, baik dalam penanganan kesehatan maupun menggerakkan perekonomian,” katanya.

(Baca: Menebar Bantuan Tunai di Masa Ekonomi Sulit Pandemi Corona)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait