Kandidat Vaksin Covid-19 yang Didanai Bill Gates Diuji Coba ke Manusia

Kandidat vaksin corona yang didanai yayasan milik pendiri Microsoft itu diuji coba ke manusia pada hari ini.
Desy Setyowati
7 April 2020, 20:25
Kandidat Vaksin Covid-19 yang Didanai Bill Gates Diuji Coba ke Manusia
ANTARA FOTO/Umarul Faruq/hp.
Ilustrasi, sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Malaysia menjalani Rapid Test saat tiba di kedatangan Internasional Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/4/2020).

Pendiri Microsoft Bill Gates, melalui Bill and Melinda Gates Foundation mendanai pengembangan vaksin Covid-19 oleh Inovio Pharmaceuticals. Vaksin ini memasuki tahap uji coba ke manusia pada hari ini.

Perusahaan biotek berbasis di Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) itu memberi nama kandidat vaksin virus corona ini dengan INO-4800. Vaksin ini sudah diuji coba ke hewan, dan menunjukkan peningkatan respons imun.

Karena itu, Inovio akan menyuntikkan kandidat vaksin Covid-19 itu ke sukarelawan. Perusahaan juga sudah mendapat izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA).

(Baca: Profesor UI: Mitos, Vitamin hingga Klorokuin Sembuhkan Pasien Corona)

Dikutip dari Tech Crunch, INO-4800 bekerja dengan menyuntikkan plasmid atau struktur genetik kecil yang independen, yang direkayasa secara khusus. Dengan begitu, sel-sel pasien akan menghasilkan antibodi yang diinginkan dan diharapkan bisa melawan infeksi tertentu.

“Inovio meningkatkan, mengembangkan, dan memproduksi ‘ribuan dosis’ INO-4800 dalam beberapa minggu untuk mendukung uji coba Fase 1 dan Fase 2,” demikian dikutip dari Tech Crunch, Selasa (7/4).

Uji coba kandidat vaksin tersebut akan melibatkan 40 sukarelawan, yang semuanya merupakan orang dewasa sehat. Pengujian ini akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.

(Baca: Enam Kandidat Vaksin Virus Corona Sedang Dikembangkan, Ini Daftarnya)

Perusahaan berharap, hasilnya menunjukkan respons kekebalan dari subjek yang diuji. Selain itu, diharapkan dapat menyembuhkan pasien.

Jika uji klinis berhasil, Inovio mengaku dapat memproduksi hingga satu juta dosis vaksin pada akhir tahun ini. (Baca: Jika Jadi Trump, Bill Gates Tiru Langkah Tiongkok Atasi Pandemi Corona)

Sebelumnya, Inovio menyelesaikan studi Fase 1 untuk kandidat vaksin DNA untuk Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Hasilnya disebut-sebut menjanjikan dan bisa memproduksi antibodi tingkat tinggi pada subjek, yang bertahan untuk waktu lama.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait