Pengajuan Pinjaman Naik 40% saat Pandemi, Fintech UangTeman Selektif

Image title
1 April 2020, 18:37
Pengajuan Kredit Naik 40% saat Pandemi, Fintech UangTeman Selektif
Instagram/@uangteman
Ilustrasi platform fintech UangTeman

Startup teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) UangTeman mencatat, pengajuan pinjaman meningkat 40% selama bulan ini. Namun, perusahaan selektif menyalurkan kredit di tengah pandemi corona.

Hal itu dilakukan untuk memitigasi risiko kredit macet, mengingat banyak sektor terdampak pandemi. "Jumlah pengajuan pinjaman yang masuk naik 30-40% dalam sebulan," kata CEO UangTeman Aidil Zulkifli dalam video conference, hari ini (1/4). 

Hanya, ia tidak memerinci perihal pengguna yang mengajukan pinjaman seperti jenis pekerjaannya ataupun daerahnya. Sejauh ini, pemilik warung, restoran, pengemudi taksi dan ojek online hingga pekerja lepas (freelancer) terdampak pandemi corona.

(Baca: Fintech UangTeman Sulit Raup Untung Tahun Ini karena Pandemi Corona)

Hingga Februari lalu, tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman (TKB) 90 hari di platform UangTeman berada pada level 95,7%. “Kami hati-hati memberikan pinjaman.” Kata dia.

Kendati begitu, perusahaan memberikan keringanan kepada peminjam terdampak pandemi corona. Hal ini sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 Tahun 2020.

Keringanan pinjaman yang dimaksud yakni  tenor penagihan yang lebih lama. Namun, untuk memberikan fasilitas itu, perusahaan butuh persetujuan pemberi pinjaman (lender).

(Baca: Fintech Modalku Waspadai Kenaikan Kredit Macet UMKM Terdampak Corona)

Jika lender setuju memberi keringanan, UangTeman bakal mengkaji peminjam mana yang bisa mendapatkan fasilitas tersebut. Pertama, peminjam yang benar-benar terdampak covid-19 di sektor pariwisata.

Kedua, sektor produktif terkait perdagangan internasional atau ekspor-impor. Ketiga sektor infrastruktur. "Dilihat dulu apakah terdampak (pandemi corona) atau tidak," kata Aidil.

Sejauh ini, belum ada peminjam yang diberikan keringanan. Sebab, pengajuan pinjamannya tidak memenuhi salah satu atau keseluruhan syarat tersebut.

(Baca: Asosiasi Fintech Klaim Kredit Seret Tak Naik di Tengah Pandemi Corona)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait