East Ventures Himpun Rp 10 M untuk Produksi 100 Ribu Alat Uji Covid-19

Startup Nusantics mengembangkan 100 ribu alat uji covid-19. East Ventures pun menghimpun dana Rp 10 miliar untuk mendukung Nusantics.
Desy Setyowati
27 Maret 2020, 14:57
East Ventures Himpun Rp 10 Miliar untuk Produksi 100 Ribu Alat Uji Covid-19
east ventures
Startup Nusantics mengembangkan alat uji (test kit) covid-19.

Perusahaan modal ventura East Ventures menggalang dana Rp 10 miliar untuk mendukung startup di bidang teknologi genomika, Nusantics mengembangkan 100 ribu alat uji (test kit) covid-19. Sebanyak Rp 1 miliar di antaranya akan digunakan untuk proyek whole genome sequencing.

Nusantics menjadi anggota Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan covid-19 (TFRIC19) yang dibentuk oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Selama tiga pekan ke depan, Nusantics mengembangkan test kit real-time Polymerase Chain Reaction (qPCR).

Alat itu akan didesain spesifik untuk populasi Indonesia, berdasarkan hasil riset tentang Covid-19 dari seluruh dunia. Nusantics dan anggota TFRIC19 lainnya akan membuat 100 set alat uji qPCR sebagai prototipe, lalu memproduksi massal hingga 100 ribu.

(Baca: East Ventures Investasi di Startup Riset Mikrobioma, Nusantics)

Advertisement

Mengetahui salah satu startup yang didanainya berpartisipasi menangani pandemi corona, East Ventures meluncurkan program Indonesia Pasti Bisa. Melalui platform ini, perusahaan mengerahkan seluruh ekosistemnya untuk mendukung upaya Nusantics.

“Ini pertama kalinya kami memimpin pendanaan non-profit,” kata Co-founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca dalam siaran pers, Jumat (27/3).

Selain memproduksi alat uji, Nusantics melaksanakan proyek whole genome sequencing untuk memetakan mutasi virus penyebab Covid-19. Pemetaan genomika berbagai varian virus ini penting, karena materi genetik cenderung bermutasi secara cepat ke beragam bentuk sesuai wilayah penyebarannya. 

(Baca: Tak Perlu ke RS, Cek & Konsultasi Gratis soal Corona Lewat 5 Aplikasi)

Hasil dari pemetaan genomika virus akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan vaksin. Selain itu, data tersebut bisa dimanfaatkan untuk memvalidasi test kit hasil pengembangan Nusantics dan lainnya.

Karena itu, East Ventures menghimpun dana dengan target Rp 10 miliar. Sebanyak Rp 9 miliar akan digunakan untuk mendukung Nusantics mengembangkan 100 ribu alat uji covid-19 gratis, sedangkan Rp 1 miliar dipakai untuk proyek whole genome sequencing.

Gerakan urun dana itu dimulai Senin (30/3), Pukul 09.00 WIB. Publik bisa berpartisipasi melalui Indonesiapastibisa.com. 

(Baca: Pemprov DKI Jakarta Prioritaskan Rapid Test untuk Tenaga Medis)

East Ventures juga melibatkan Koinworks dan IDN media. Startup teknologi finansial (fintech) ini menyediakan dan mengelola platform urun dana. Dana yang terkumpul akan langsung disalurkan untuk pembelian bahan baku dan peralatan. Penggunaan dana akan diaudit oleh pihak ketiga.

Lalu, IDN Media akan terlibat sebagai mitra transparansi. Setiap pekan, perkembangan dan hasil kerja tim akan dipublikasi. “Nusantics, dengan kapabilitas deep tech di bidang bioscience merupakan ujung tombak proyek ini,” kata William.

CEO Nusantics Sharlini Eriza Putri mengatakan, teknologi untuk menganalisis skin microbiome hampir sama dengan yang dipakai untuk mendeteksi virus corona. Di satu sisi, personel Nusantics juga memiliki pengalaman dalam mendesain medical test-kit dan analisis bioinformatics di proyek sejenis.

Hal itu yang mendorong perusahaan membantu pemerintah menangani penyebaran pandemi corona. “Kami berharap kolaborasi ini menjadi awal dari kebangkitan industri berbasis biologi di Indonesia,” kata Sharlini.

(Baca: Atasi Pandemi Corona, Kalbe Farma Siapkan Bantuan Senilai Rp 25 Miliar)

Disclaimer: East Ventures merupakan salah satu investor Katadata. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait