Program Kartu Prakerja Libatkan Tokopedia, Bukalapak, OVO & Ruangguru

Tahap awal program kartu prakerja dimulai awal April nanti. Pemerintah gaet startup Tokopedia, Bukalapak, OVO, LinkAja hingga Ruangguru.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
20 Maret 2020, 13:49
Program Kartu Prakerja Libatkan Tokopedia, Bukalapak, OVO & Ruangguru
Ruangguru
Pendiri sekaligus Chief of Product and Partnership Ruangguru Iman Usman dan Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari saat penandatanganan perjanjian kerja sama program Kartu Prakerja, Jumat (20/3).

Pemerintah resmi menggelar tahap awal program kartu prakerja dan pendaftarannya dimulai awal April 2020. Startup seperti Tokopedia, Bukalapak, OVO, LinkAja hingga Ruangguru pun ditunjuk sebagai mitra terkait program ini.

Kartu prakerja dialokasikan bagi dua juta warga. Setiap peserta akan mendapat fasilitas bervariasi, mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 7 juta untuk sekali seumur hidup.

Tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 10 triliun untuk program tersebut. Dana ini untuk membiayai pelatihan kerja maupun uang saku bagi para peserta yang sebesar Rp 650 ribu per orang.

Pemerintah akan membayarkan biaya pelatihan tersebut langsung ke lembaga pelatihan yang ditunjuk. Mereka di antaranya Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu dan Sisnaker.

(Baca: Pemerintah Berikan Insentif Rp 650 Ribu Bagi Peserta Kartu Pra Kerja)

Selain itu, pemerintah menggandeng PT Bank Negara Indonesia Tbk dan startup teknologi finansial (fintech) pembayaran seperti LinkAja dan OVO.

“Dengan ditunjuknya Skill Academy sebagai mitra resmi Kartu Prakerja, kami yakin bisa membantu lebih banyak orang dalam mencapai aspirasi kariernya,” ujar Pendiri sekaligus Chief of Product and Partnership Ruangguru Iman Usman dalam siaran pers, Jumat (20/3).

Skill Academy merupakan platform terbaru Ruangguru yang memuat ratusan materi pelatihan dan kursus dalam bentuk kelas video, yang bisa diakses menggunakan internet. Materinya beragam, seperti pengembangan diri, persiapan tes, desain, pemasaran, teknologi dan perangkat lunak (software), kewirausahaan, dan keuangan.

Materi-materi itu diajarkan oleh pakar di industri. Peserta juga akan mendapatkan sertifikat kelulusan setelah pelatihan selesai.

(Baca: Jokowi Tegaskan Kartu Prakerja Bukan untuk Gaji Pengangguran)

Iman mencontohkan, peserta yang mengikuti kelas Sukses Bisnis Online Shop di Instagram akan diajarkan langsung pakar pemasaran melalui media sosial Michael Sugiharto. Lalu, yang memilih kelas Customer Service dan Cara Menguasai Teknik Pelayanan Terbaik bakal dilatih oleh Commercial Operations Lazada Putri Lisa Erdiyanti.

Kemudian, Product Manager Traveloka dan Praktisi SEO Ilman Akbar mengajar di kelas SEO 101: Cara Membuat Website Eksis di Halaman Depan Google. Sedangkan kelas Merancang Produk yang Dicintai Pengguna dengan Data Powered Design diajarkan oleh VP of Design OVO Stevanus Christopel.

Katadata.co.id juga sudah menghubungi Tokopedia dan Bukalapak terkait kemitraan dalam program kartu prakerja. Namun, belum ada tanggapan dari kedua perusahaan rintisan itu.

Sekadar informasi, kartu prakerja akan diprioritaskan untuk pencari kerja muda. Syarat pendaftarannya yakni Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 18 tahun ke atas yang tidak sedang sekolah atau kuliah.

Informasi terkini mengenai kartu pra kerja sudah dapat diakses di situs resminya, www.prakerja.go.id, mulai hari ini (20/3). (Baca: Kartu Pra Kerja Resmi Diluncurkan, Pendaftaran Mulai April 2020)

Video Pilihan

Artikel Terkait