Facebook Investasi di Perusahaan IT RI Bangun 20 Ribu KM Fiber Optik

Facebook memberikan pendanaan ke perusahaan IT Indonesia untuk membangun jaringan fiber optik 20 ribu km di delapan provinsi Indonesia.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
12 Maret 2020, 19:20
Facebook Investasi di Perusahaan IT Indonesia Bangun 20 Ribu KM Fiber Optik
alita
(Ki-Ka) Teguh Prasetya Direktur Utama PT Alita Praya Mitra, Johnny Gerard Plate Menteri Komunikasi dan Informatika, Ruben Hattari Head of Public Policy for Indonesia at Facebook dalam konferensi pers kerjasama Alita dan Facebook Connectivity di Jakarta, Kamis (12/3)

Facebook memberikan pendanaan dan bantuan teknologi kepada perusahaan teknologi informasi (IT) Indonesia, PT Alita Praya Mitra (Alita) untuk membangun infrastruktur telekomunikasi. Proyek tersebut yakni jaringan fiber optik sepanjang 20 ribu kilometer di delapan provinsi.

Kemitraan itu dilakukan antara Facebook Connectivity dan Alita. Facebook Connectivity merupakan inisiatif Facebook dalam mendukung konektivitas di beberapa negara.

Pembangunan jaringan fiber optik itu dibagi menjadi tiga tahapan. Fase pertama, 3.000 kilometer jaringan dibangun di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawei. Infrastruktur ini ditarget rampung pada 2021.

(Baca: Pendanaan Satelit Satria Terhambat Virus Corona)

Public Policy Lead Facebook Indonesia Ruben Hattari mengatakan, kolaborasi itu merupakan bentuk upaya perusahaan membantu pembangunan konektivitas di Indonesia. "Bertujuan membantu aspirasi pemerintah agar konektivitas lebih merata, terutama di wilayah 4G, dan juga bagian timur Indonesia," ujar Ruben dalam acara kerja sama Facebook dan Alita di Jakarta, Kamis (12/3).

Direktur Utama PT Alita Praya Mitra Teguh Prasetya menambahkan, perusahaan berperan membangun, memelihara, dan mengoperasikan jaringan fiber optik tersebut. Sedangkan Facebook memberi bantuan berupa teknologi dan pendanaan.

Hanya, Teguh enggan memerinci besaran pendanaan tersebut. “Dengan dukungan perangkat dari Facebook, kami yakin pembangunan jaringan ini bisa menjadi lebih efisien dan cepat," ujar Teguh.

(Baca: Kominfo Pesimistis RI Merdeka Sinyal Tahun Ini Meski Ada Palapa Ring)

Teguh menjelaskan, pembangunan akses fiber optik tersebut bertujuan untuk membantu operator, penyedia jasa internet, dan penyedia jasa lainnya dalam memberikan layanan konektivitas kepada masyarakat.

Meski membangun jaringan fiber optik, perusahaan akan menghubungkan infrastruktur itu dengan Base Transceiver Station (BTS) milik operator. "Ketika BTS mereka siap, maka jaringan kami juga harus siap. Jadi kami sangat bergantung pada operator sebagai pengguna kami," ujar Teguh.

Sebagai informasi, Alita saat ini telah memiliki akses fiber optik sepanjang lebih dari 3.000 kilometer di 40 kota dari enam provinsi. Wilayah tersebut di antaranya Denpasar, Bandung, Cilegon, Cirebon, Malang, Manado, Semarang, Serang, Solo, Surabaya, dan Tegal.

(Baca: Hoaks Corona Capai 196, Kominfo Dorong Twitter hingga Facebook Blokir)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Video Pilihan

Artikel Terkait