Google Hapus Aplikasi Pesaing WhatsApp yang Diduga Alat Mata-mata Arab

Google dan Apple pernah menghapus ToTok dari toko aplikasi mereka pada akhir 2019. Namun, aplikasi itu muncul lagi di Google Play Store awal Januari.
Desy Setyowati
17 Februari 2020, 11:48
Diduga Alat Mata-mata Arab, Google Hapus Aplikasi Pesaing WhatsApp
Arief Kamaludin (Katadata)
Ilustrasi Google

Google kembali menghapus aplikasi percakapan ToTok dari Play Store. Platform pesaing WhatsApp itu diduga menjadi alat mata-mata Uni Emirat Arab.

Aplikasi ToTok sebenarnya sudah dihapus dari Google Play Store dan Apple App Store pada akhir tahun lalu. Namun, ToTok muncul kembali di toko aplikasi milik Google pada awal Januari.

Google tidak menjelaskan alasan memblokir ToTok kepada The Verge. Namun, aplikasi itu diblokir pada akhir tahun lalu karena melanggar kebijakan Google.

(Baca: Iklan Bakal Muncul di WhatsApp Mulai Tahun Ini )

ToTok merupakan aplikasi percakapan lewat teks dan video. Pengembang ToTok menawarkan layanan cepat, gratis, dan aman. Sedangkan WhatsApp berencana memunculkan iklan di platform-nya mulai tahun ini. Bagi pengguna yang tidak ingin ada iklan harus membayar.

Dikutip dari New York Times, ToTok dihapus karena diduga menjadi alat spionase Uni Emirat Arab pada akhir tahun lalu. Saat itu, pengembang ToTok melalui blog resminya menyampaikan bahwa ada persoalan teknis sehingga tidak tersedia di Google Play Store dan Apple App Store.

Salah seorang pejabat di pemerintahan AS mengatakan, ToTok diduga menjadi alat mata-mata Uni Emirat Arab. (Baca: WhatsApp Down, Facebook Tunda Rencana Pasang Iklan)

Karena itu, aplikasinya dihapus dari Google Play Store dan App Store. Meski begitu, pengguna yang sudah terlanjur mengunduh aplikasi itu masih bisa menggunakannya.

Pada akhir tahun lalu, ToTok memiliki jutaan pengguna di Timur Tengah, Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika Utara.

New York Times melaporkan bahwa penerbit aplikasi tersebut yakni Breej Holding Ltd berafiliasi dengan DarkMatter, yang merupakan perusahaan intelijen dan peretasan yang berbasis di Abu Dhabi. DarkMatter bahkan diselidiki oleh FBI untuk kemungkinan kejahatan di dunia maya pada akhir 2019.

Selain ToTok, AS menduga bahwa perangkat Huawei menjadi alat spionase pemerintah Tiongkok. Huawei bahkan masuk daftar hitam (blacklist) terkait perdagangan di AS. Alhasil, ponsel Huawei tak lagi didukung Google.

(Baca: AS Siapkan Aturan Baru untuk Boikot Perusahaan Tiongkok, Huawei & ZTE)

Video Pilihan

Artikel Terkait