Target 1,6 Juta Pengguna, Startup Kasir Qasir Incar Investasi Baru

Total transaksi di platform Qasir mencapai Rp 1,5 triliun. Startup kasir digital ini berencana menggalang pendanaan pada 2020.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
22 Januari 2020, 14:16
Target 1,6 Juta Pengguna, Startup Kasir Qasir Incar Investasi Baru
TWITTER @QasirPOS
Ilustrasi aplikasi Qasir.

Startup penyedia layanan kasir (point of sales/POS) Qasir menargetkan 1,6 juta pengguna pada akhir tahun ini. Perusahaan pun bersiap menggalang pendanaan seri B pada 2020.

Perusahaan rintisan itu sudah mendapat pendanaan seri A dari investor lokal. “Ada rencana (pendanaan), tapi kalau sekarang, terlalu dini. Semoga pada tahun ini,” kata CEO Qasir Michael William di Jakarta, Rabu (22/1).

Pada akhir tahun lalu, pengguna Qasir mencapai 200 ribu di 500 kota. Sebanyak 30% dari total pengguna merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor makanan dan minuman. "Paling banyak user dari mayoritas pengusaha UMKM yang punya karyawan, butuh untuk monitoring," kata dia.

Selain meningkatkan jumlah pengguna, perusahaan ingin memperluas cakupan layanan pada tahun ini. (Baca: Qasir, Platform POS untuk Usaha Kecil Catatkan Transaksi Rp 1 Triliun)

Untuk memperluas cakupan pengguna, Qasir berencana menyediakan layanan khusus untuk sektor usaha mikro pada tahun ini. Misalnya, penjahit hingga pemilik usaha potong rambut (barbershop) bisa menggunakan platform kasir mereka.

Apalagi, ada sekitar 58 juta unit usaha mikro di Indonesia pada 2018. Menurut Michael, hal itu merupakan pasar potensial.

Pada akhir tahun lalu, Qasir juga sudah meluncurkan aplikasi Miqro. Platform itu terpisah dari aplikasi Qasir, karena penggunaannya khusus untuk pelaku usaha mikro. Sedangkan aplikasi Qasir untuk usaha skala kecil dan menengah.

(Baca: Startup Kasir Digital Moka Catat Jumlah Pengguna Tumbuh 210%)

Pengguna aplikasi Miqro mencapai 16 ribu pada akhir tahun lalu. Nilai transaksinya mencapai Rp 42 miliar. User juga bisa bertransaksi menggunakan kode Quick Response (QR Code) DANA, OVO, GoPay, dan LinkAja.

Aplikasi tersebut menawarkan fitur untuk mencatat transaksi dengan mudah, bernama Catat. Qasir juga mengembangkan fitur lainnya seperti Kasbon yang memfasilitasi pembayaran kemudian atau utang. " Kami kembangkan fitur itu, ada reminder. Kami integrasikan juga dengan teknologi finansial lainnya," kata Michael.

Secara keseluruhan, total transaksi layanan Qasir mencapai Rp 1,5 triliun pada akhir tahun lalu. Startup ini menargetkan transaksi tumbuh 15%-20% per bulan dalam dua tahun ke depan.

(Baca: Gojek Dikabarkan Akan Akuisisi Startup Kasir Digital Moka Rp 1,68 T)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Video Pilihan

Artikel Terkait