Perluas Pasar di Indonesia, Alibaba Gaet 40 Perusahaan Lokal Lebih

Tokopedia hingga startup fintech seperti Akulaku dan Kredivo menggunakan layanan Alibaba Cloud di Indonesia.
Image title
16 Januari 2020, 18:33
Perluas Pasar di Indonesia, Alibaba Gaet lebih dari 40 Perusahaan Lokal
ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song
Ilustrasi, logo Alibaba Group terlihat di kantor pusat perusahaan tersebut di Hangzhou, provinsi Zhejiang, China, Senin (18/11/2019).

Perusahaan asal Tiongkok, Alibaba Cloud menggaet lebih dari 40 korporasi lokal untuk memperluas pasar di Indonesia. Mereka membentuk ekosistem dalam program aliansi mitra.

Program ini bertujuan mempromosikan adopsi komputasi awan (cloud) dan inteligensi data pada berbagai macam bisnis dan skala. “Tahun lalu capaian pelanggan melebihi ekspektasi,” kata General Manager Alibaba Cloud Indonesiaku Leon Chen di Jakarta, Kamis (16/1).

Dua perusahaan telekomunikasi besar Indonesia yang masuk program itu yaitu Telkom dan Indosat. Kali ini, perusahaan teknologi itu mengumumkan kerja sama dengan Adira Finance, JNE Express, dan MNC Group.

Startup di sektor e-commerce seperti Tokopedia juga sudah memanfaatkan layanan Alibaba Cloud. Sedangkan perusahaan rintisan di bidang teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) yang menjadi konsumen yaitu Kredivo dan Akulaku. Begitu juga dengan Ruangguru.

Advertisement

(Baca: Bernilai Rp 7.980 Triliun, Alibaba Perusahaan Paling Berharga di Asia)

Meski begitu, Alibaba Cloud mengaku tidak menargetkan jumlah pengguna pada tahun ini. "Untuk target, yang pasti kami tidak membatasi diri untuk terus membuka peluang perusahaan menjadi konsumen. Selama ini sudah lebih dari yang diharapkan," kata dia.

Alibaba Cloud pun menawarkan produknya melalui program aliansi mitra itu. Perusahaan asal Tiongkok itu juga mengadakan workshop, supaya adopsi komputasi awan meningkat di Indonesia.

President of International Bussiness Alibaba Cloud Intelligence Selina Yuan mengatakan, perusahaannya menyasar seluruh segmen, baik berbasis digital maupun tradisional. "Ini peluang pertumbuhan yang baru dan hal yang sangat menggembirakan bagi kami,” katanya.

(Baca: Permintaan Tinggi, Alibaba Cloud Bangun Pusat Data Kedua di Indonesia)

Alibaba Cloud juga membuka program digital talent empowerment bagi 60 tenaga pengajar dan 2 ribu mahasiswa. Perusahaan itu pun menggandeng dua perguruan tinggi di Indonesia yaitu Universitas Bina Nusantara (Binus) dan Prasetiya Mulya Bussiness School.

Di Indonesia, Alibaba Cloud sudah membangun dua pusat data. Infrastruktur itu menawarkan rangkaian layanan cloud komprehensif mulai dari elastic computing, basisdata, jaringan, keamanan, serta middleware untuk analisis dan big data.

Alibaba bersaing dengan Amazon Web Service (AWS) dalam menyediakan layanan komputasi awan di Tanah Air. Berdasarkan data Gartner, AWS menduduki posisi pertama sebagai penyedia layanan cloud pada pertengahan tahun lalu. Disusul oleh Microsoft dan Google.

(Baca: Produk Baru Alibaba Cloud Bisa Tingkatkan Data Intelijen Korporasi)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait