Viral Driver Ojol Korban Order Fiktif Meninggal, Begini Tanggapan Grab

Asosiasi pengemudi ojek online berharap Grab dan Gojek menindaklanjuti order fiktif. Apalagi, belakangan marak terjadi prank order fiktif.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
12 Desember 2019, 19:40
Viral Driver Ojol Korban Order Fiktif Meninggal, Begini Tanggapan Grab dan garda
Twitter/@penjahatgunung
Proses penguburan jenazah pengemudi ojek online korban order fiktif, Landung di Yogyakarta Senin (9/12) lalu.

Belakangan media sosial ramai dengan kabar pengemudi ojek online korban order fiktif asal Yogyakarta, Landung yang meninggal dunia pada Senin (9/12) lalu. Grab pun telah menonaktifkan akun pengguna yang terbukti melakukan order fiktif terhadap Landung.

Head of Marketing GrabFood Grab Indonesia Hadi Surya Koe mengaku, perusahaannya sangat terpukul menerima kabar duka tersebut. “Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya,” kata dia kepada Katadata.co.id, hari ini (12/12).

Hadi mengatakan, perusahaannya tengah memproses penggantian biaya akibat order fiktif tersebut, untuk kemudian diberikan kepada keluarga Landung. “Kami telah mengambil langkah tegas berupa penonaktifan akun pengguna Grab yang terbukti melakukan order fiktif terhadap mitra tersebut,” kata dia.

Ia juga mengimbau pengguna Grab lainnya untuk menghargai kerja keras mitra pengemudi. Hadi menegaskan, perusahaannya berupaya menjaga kualitas layanan dan terus meningkatkan aspek kepercayaan dan keamanan.

(Baca: Grab dan Gojek Tanggapi Prank Order Fiktif Ojek Online oleh YouTuber)

Grab telah menyediakan jalur khusus komunikasi untuk mitra pengemudi GrabFood, jika mengalami kejadian serupa. Laporan itu akan diinvestigasi lebih lanjut oleh Grab.

Ia mengimbau masyarakat Yogyakarta yang menerima kabar terkait layanan Grab untuk mengecek kebenarannya. Pengguna, kata dia, bisa melaporkan hal itu ke tim Customer Experience kami untuk segera ditindaklanjuti.

Landung merupakan pengemudi ojek online yang menjadi korban order fiktif GrabFood senilai Rp 423 ribu. Pesanan itu mencantumkan alamat Jalan Namburan, Bebakaran, Alun-Alun Utara, Yogyakarta.

Namun, Landung tak menemukan si pemesan di jalan tersebut. Alhasil, makanan yang dibeli ia berikan ke Panti Asuhan di wilayah setempat.

(Baca: Curhat Pengemudi Ojol Soal Maraknya Order Fiktif dan Aksi Prank)

Hal itu disampaikan oleh pengemudi ojek online lainnya, Agung Wahyu Saputro melalui akun @penjahatgunung. Agung menyampaikan, Landung sudah melaporkan order fiktif itu ke Grab guna meminta ganti rugi.

“Telah meninggal dunia rekan driver kami, Mas Landung, beliau salah satu korban orderan fiktif Rp 423 ribu di Jalan Namburan yang kemarin sempat saya videokan kasusnya,” kata dia melalui akun Twitter-nya @penjahatgunung, Senin (9/12) lalu.

Namun, Agung tidak menjelaskan penyebab Landung meninggal. Ia hanya menyampaikan, Landung meninggal setelah dua hari sebelumnya menjadi korban order fiktif.

Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono membenarkan kabar duka tersebut. "Kami turut berduka atas wafatnya teman kami, Landung, driver Grab asal Yogyakarta," ujar Igun kepada Katadata.co.id, hari ini (12/12). 

(Baca: Gojek Tanggapi Order Fiktif Ojek Online hingga Jutaan)

Berkaca dari kasus Landung, Igun berharap proses ganti rugi atas order fiktif dari aplikator tidak dibatasi. Sebab, sepengetahuannya aplikator membatasi ganti rugi hanya sekali dalam sebulan.  

Padahal, kasus order fiktif terhadap driver ojek online semakin marak. “Kami sulit untuk mengetahui apakah order yang dilakukan asli atau fiktif. Akhirnya, banyak yang terjebak. Kami menyesali apa yang terjadi di Yogyakarta, bahkan sampai korban meninggal dunia,” ujarnya.

Igun usul agar aplikator dapat menindaklanjuti pelaku order fiktif. "Apalagi (order fiktif) ini sudah berkali-kali terjadi, lalu pemesan juga sudah terdata dalam sistem aplikator, seharusnya bisa ditindaklanjuti ke ranah hukum," kata dia.

(Baca: Viral Konsumen Memarahi Pengemudi Ojek Online, Begini Tanggapan Grab)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Video Pilihan

Artikel Terkait