Mantan Menteri Kominfo Optimistis Ada 3 Unicorn Baru pada 2020

Selain kesehatan dan pendidikan, ada dua sektor startup lain yang mulai diincar investor.
Cindy Mutia Annur
14 November 2019, 16:19
Mantan menteri kominfo rudiantara optimistis ada tiga unicorn tahun depan
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, pameran startup teknologi dan inovasi industri anak negeri di Hall B JCC, Jakarta, pada Kamis (3/10). Hampir 400 startup teknologi akan meramaikan Pameran Startup Teknologi dan Inovasi Industri Anak Negeri (I3E).

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara optimistis ada tiga startup bervaluasi lebih dari US$ 1 miliar tahun depan. Ajang pertemuan investor dan perusahaan rintisan seperti Next Indonesia Unicorn (NextICorn) bisa menjadi salah satu pendorong.

NextICorn ketiga digelar di Jimbaran, Bali pada 14-15 November 2019. "Harapannya pertemuan ini dapat memicu terciptanya tiga unicorn baru tahun depan," kata dia di sela-sela acara NextICorn di Jimbaran, Bali, Kamis (14/11).

Ia memperkirakan, dua di antaranya berasal dari sektor pendidikan dan kesehatan. Sebab sudah ada startup yang mendapat pendanaan seri D dan E di kedua bidang ini yang valuasinya mendekati US$ 1 miliar.

Selain itu, startup fintech diminati investor. Karena itu, ia memperkirakan perusahaan rintisan di bidang ini berpeluang menjadi unicorn, menyusul OVO.

Advertisement

(Baca: Lima Startup Diminati Investor Lokal dan Asing di Ajang NextICorn)

Rudiantara mengatakan, ada sekitar 100 juta pendudum dewasa Indonesia yang tidak memiliki akses keuangan (unbanked) dan belum terlayani maksimal (underserved). Hal ini membuat investor berminat masuk ke sektor ini.

Berdasarkan laporan terbaru Google dan Temasek, pertumbuhan new economy Indonesia merupakan salah satu yang tercepat di Asia Tenggara dalam lima tahun terakhir. Pada 2019, ekonomi digital mencapai US$ 40 miliar atau tumbuh lima kali lipat dibanding 2015 yang hanya US$ 8 miliar. Dengan pertumbuhan rata-rata 49% per tahun.

Nilai pasar ekonomi digital Tanah air pun diproyeksi tembus US$ 130 miliar pada 2025. (Baca: Investor Gelar 882 Pertemuan dengan Startup di Bali, Mayoritas Fintech)

Pada kesempatan yang sama, Pendiri NextICorn Donald Wihardja mengatakan, ada banyak startup Indonesia yang berpeluang besar menjadi unicorn. Ada empat unicorn Tanah Air saat ini yaitu Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan OVO. Lalu Gojek sudah menjadi decacorn.

Menurut dia, ada banyak startup nasional yang telah membuktikan kapabilitasnya di pasar Indonesia. Tidak heran jika ada banyak investor, baik lokal maupun asing yang meningkatkan investasinya ke perusahaan rintisan lokal.

Donald menilai, unicorn Tanah Air baru menyentuh 15-20% masyarakat Indonesia. Ke depan, ia optimistis para unicorn bisa menyentuh 50-70%. "Dengan begitu, unicorn-unicorn Indonesia berbaur," katanya.

Head of Business Development Astra Digital Suwandi mengatakan, sektor berbagi tumpangan (ride hailing), e-commerce, media online, dan travel menjadi tren. Ia memperkirakan, startup sektor fintech, kecerdasan buatan (artificial inteligent/AI), kesehatan dan pendidikan bakal digandrungi pada 2020.

(Baca: 104 Startup Bakal Bertemu 150 Investor Global di Ajang NextICorn 2019)

Meski begitu, menurutnya modal ventura bakal berfokus pada kesehatan bisnis startup yang bakal didanai. "Jika ada startup edutech dan (perusahaan) itu bisa membawa sinergi ke kami, maka hal itu akan menjadi sangat menarik hati kami," katanya.

Dalam gelaran NextICorn ini, ada 169 investor yang hadir. Sebanyak 63% di antaranya asing dan 37% lokal. Mereka mengagendakan 882 pertemuan dengan startup Indonesia.

Tercatat, ada 103 startup lokal yang berpartisipasi dalam acara itu. Mayoritas startup yang diajak bertemu yakni fintech, 36 perusahaan. “Paling banyak yang ikut dari DKI Jakarta,” kata Ketua Umum Yayasan NextICorn Daniel Tumiwa, kemarin (13/11).

Setelah fintech, perusahaan rintisan yang paling banyak dipilih yakni e-commerce (13) dan otomotif (12). Sedangkan yang lainnya yakni emerging tech (8), adtech (5), entertainment (4), human resources (4), data research (3), edutech (3), agritech (2), marketplace (2), blank (2), dan medical tech (2).

Lalu, masing-masing satu bidang startup yang turut hadir dalam program NextICorn yakni kuliner; gim; health and life style; insure tech; internet of things (IoT); product engineering; retail and fashion; social suistanable; dan, travel and tourist.

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait