Masuk Indonesia, Startup Malaysia Feet’s Incar Karyawan Swasta dan PNS

Feet’s telah bekerja sama dengan tiga perusahaan swasta dan instansi pemerintah, dengan total karyawan kurang dari 5 ribu.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
30 Oktober 2019, 06:20
Ilustras, konferensi pers Feet's. Startup asal Malaysia, Feet's menawarkan solusi pengelolaan SDM di Indonesia.
feet's
Ilustras, konferensi pers Feet's. Startup asal Malaysia, Feet's menawarkan solusi pengelolaan SDM di Indonesia.

Startup asal Malaysia, Feet's menawarkan solusi untuk meningkatkan keterlibatan pekerja di Indonesia sejak April lalu. Perusahaan rintisan ingin memperluas pasar, bukan hanya karyawan swasta tetapi juga Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Feet’s menyediakan aplikasi dengan konsep seperti media sosial. Managing Director Feet's Indonesia Ellyana Rosaline mengatakan, platform ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan karyawan, khususnya milenial.

Setidaknya ada enam fitur interaktif dan gim yang tersedia di aplikasi ini. "Fitur-fitur ini sifatnya terbuka layaknya media sosial, ada interaksi dan gamification," kata dia di Jakarta, Selasa (29/10). Gamification adalah sistem konversi prestasi kerja, yang alat ukur dirancang mirip gim online.

Fitur pertama, on boarding atau informasi seputar perusahaan untuk karyawan baru. Kedua, ting! untuk memberi saran atau ide dari karyawan untuk perusahaan. Ketiga, highfivers atau penghargaan dari perusahaan untuk pegawai.

(Baca: KoinWorks dan Gadjian Luncurkan Fitur Kredit bagi Karyawan)

Keempat, weekly quizzes atau fitur analisis tanggapan karyawan terhadap perusahaan. Kelima, feeters yakni media sosial layaknya Facebook, di mana karyawan dan perusahaan bisa mengunggah status, foto, video, serta memberikan komentar maupun stiker reaksi. Terakhir, makan buddy yaitu fitur untuk makan siang bersama.

Pegawai yang aktif menggunakan aplikasi Feet’s bakal mendapat imbalan berupa poin atau voucher hadiah. "Untuk sistem reward ini, Feet’s berkolaborasi dengan beberapa merchant dari berbagai sektor seperti Food and Beverage (F&B) dan destinasi wisata," katanya.

Ke depan, perusahaan bakal menggaet perusahaan di bidang pembayaran, e-commerce, dan bioskop. (Baca: Tanpa Jaminan Sosial, Pengusaha Khawatir Ojek Online Sebabkan Krisis)

Saat ini, Feet’s telah bekerja sama dengan tiga perusahaan  swasta dan instansi pemerintah, dengan total karyawan kurang dari 5 ribu. "Hingga pertengahan tahun ke depan kami bakal berfokus (menggaet) perusahaan di pulau Jawa terlebih dahulu karena mayoritas kantor pusat berada di sini," katanya. 

Aplikasi Feet’s hanya bisa digunakan oleh pegawai yang perusahaannya telah bekerja sama. Startup asal Malaysia ini mengenakan biaya Rp 18 ribu per karyawan per bulan kepada perusahaan.

Feet’s merupakan anak usaha dari Ramssol Group, perusahaan teknologi sumber daya manusia (SDM) yang berkantor pusat di Singapura. Mereka juga memiliki kantor regional di Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Sejak diluncurkan pada 2017, Feet’s memiliki lebih dari 7 ribu pengguna terdaftar di Kuala Lumpur dan Selangor.

(Baca: Memasuki Dekade Pertama, CEO Tokopedia Ungkap Pernah PHK 40 Pegawai)

Laporan AON mengenai Global Employee Engagement Trends pada 2018  mencatat, hanya 65% karyawan yang terlibat di dalam suatau perusahaan di Asia Pasifik. Sedangkan laporan Dale Carnegie menunjukkan, ada 62,6% tenaga kerja milenial di Indonesia. Namun, hanya 25% di antaranya yang terlibat penuh terkait kegiatan perusahaan.

Berdasarkan riset yang sama, 70% pemimpin senior percaya bahwa keterlibatan karyawan memiliki dampak besar bagi performa finansial. Hampir 49% di antaranya menyatakan pengelolaan SDM yang tepat bakal mendorong produktivitas.

Head of Project Feet's William Loh mengatakan, keterlibatan karyawan sangat mempengaruhi tingkat produktivitas perusahaan. Ia pun membuka cabang di Indonesia, karena potensinya besar.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016 menunjukka, ada 120 juta pekerja di Indonesia. Sekitar 39% di antaranya adalah kaum milenial. "Kami juga melihat bahwa masyarakat Indonesia sangat technology savvy (cerdas berteknologi),” kata dia. 

(Baca: Pengemudi Uber Berstatus Karyawan, Bagaimana dengan Gojek dan Grab?)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Video Pilihan

Artikel Terkait