Grab Luncurkan GrabHealth Versi Beta, Terbatas untuk 10% Pengguna

Grab bakal menjadi pesaing Halodoc dan Alodokter.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
23 Oktober 2019, 06:51
Grab meluncurkan GrabHealth versi beta, terbatas untuk 10% pengguna
Katadata/Pingit Aria
Ilustrasi aplikasi Grab. Grab meluncurkan GrabHealth versi beta, terbatas untuk 10% pengguna.

Decacorn asal Singapura, Grab sudah memperkenalkan fitur terbarunya terkait konsultasi kesehatan berbasis online. Layanan anyar ini merupakan bagian dari kerja sama Grab dengan startup Tiongkok, Ping An Good Doctor.

Juru Bicara Grab mengatakan, fitur baru itu disebut GrabHealth. “Saat ini sedang dalam tahap beta dan hanya tersedia untuk 10% dari pengguna Grab,” demikian dikutip dari Kr.Asia, kemarin (22/10).

Fitur konsultasi kesehatan itu akan dirilis secara bertahap untuk semua pengguna. Rencanannya, GrabHealth diluncurkan secara resmi pada bulan depan.

Melalui layanan baru itu, pengguna dapat berkonsultasi dengan dokter umum secara gratis. Sedangkan konsultasi dengan dokter spesialis dikenakan tarif Rp 15 ribu selama 24 jam.

(Baca: Dapat Modal Rp 28,4 T, Grab Fokus Garap Transportasi dan Kesehatan)

Pengguna juga dapat membeli obat-obatan dari mitra apotek GrabHealth dan mengirimkannya ke lokasi yang ditentukan. Selain itu, platform ini menyediakan berbagai artikel terkait kesehatan sebagai referensi pengguna.

Juru bicara Grab mengatakan, layanan kesehatan berbasis online ini merupakan salah satu fokus utama Grab tahun ini, setelah menerima komitmen investasi US$ 2 miliar dari Softbank pada Juli lalu.

Grab sendiri telah mengumumkan rencananya untuk meluncurkan layanan kesehatan sejak Agustus 2018 lalu. Lewat GrabHealth, Grab ingin mengukuhkan diri sebagai platform yang menyediakan kebutuhan sehari-hari atau superapp.

(Baca: Bos Softbank Group Janji Investasi Besar-besaran di Indonesia)

Dengan adanya layanan anyar ini, Grab bakal bersaing dengan startup kesehatan seperti Halodoc dan Alodokter. Halodoc meraih pendanaan seri B US$ 65 juta atau sekitar Rp 920 miliar yang dipimpin oleh UOB Venture Management pada Maret lalu. Sedangkan Alodokter memperoleh pendanaan seri C US$ 33 juta atau sekitar Rp 468 miliar beberapa waktu lalu (16/10).

Adapun Ping An Good Doctor adalah platform kesehatan berbasis online terbesar di Tiongkok, dengan lebih dari 300 juta pengguna terdaftar. Mereka menerapkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan mempekerjakan lebih dari seribu tenaga medis baik in-house maupun kontrak.

Ping An juga telah menggaet lebih dari 5 ribu dokter eksternal. Perusahaan ini merupakan unit bisnis dari raksasa asuransi Tiongkok, Ping An Insurance Group.

(Baca: Grab Gandeng Kalbe Farma untuk Kembangkan Ekosistem Kesehatan)

Video Pilihan

Artikel Terkait