Gojek Tanggapi Kabar Pengemudi Ojek Online Demo di Gedung DPR Hari Ini

Gojek melarang mitra pengemudi memakai atribut dalam segala kegiatan yang tidak berkaitan dengan perusahaan.
Desy Setyowati
27 September 2019, 09:08
Gojek menanggapi kabar pengemudi ojek online berunjuk rasa terkait revisi KUHP di depan gedung DPR, hari ini (27/9/2019)
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ilustrasi, sejumlah pengemudi ojek berdemo di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (27/3/2018). Gojek menanggapi kabar pengemudi ojek online berunjuk rasa terkait revisi KUHP di depan gedung DPR, hari ini (27/9/2019).

 

Pengemudi ojek online dikabarkan bakal berunjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari ini (27/9). Gojek memastikan bahwa pesan berisi ajakan demonstrasi terkait revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) bukan berasal dari perusahaan.

“Berkaitan dengan ajakan penyampaian aspirasi ojek online yang beredar beberapa hari ini, dapat kami pastikan bukan merupakan informasi resmi dari Gojek Indonesia,” kata Senior Manager Corporate Affairs Gojek Alvita Chen kepada Katadata.co.id, Jumat (27/9).

Ia mengatakan, perusahaan seringkali mengimbau mitra pengemudi untuk selalu waspada, serta tidak mudah terprovokasi ataupun terlibat dalam hal dan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Imbauan itu disampaikan melalui driver blog maupun pesan di aplikasi mitra Gojek.

“Gojek juga mengingatkan seluruh mitra dalam ekosistem kami untuk tidak menggunakan atribut Gojek dalam segala kegiatan yang tidak berkaitan dengan perusahaan,” kata Alvita.

(Baca: Pengemudi Ojek Online Dikabarkan Unjuk Rasa di Gedung DPR Hari Ini)

Hal senada disampaikan oleh Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono. Ia menegaskan bahwa ajakan untuk demonstrasi itu bukan berasal dari asosiasinya.

Igun menjelaskan, ada surat ajakan berunjuk rasa menolak revisi KUHP mengatasnamakan ojek online yang beredar di grup WhatsApp dan media sosial. “Tidak ada penanggung jawab ataupun surat pemberitahuan akan ada aksi,” katanya.

Pesan ajakan itu beredar di kalangan pengemudi ojek online sejak Rabu (25/9) lalu. Sepengetahuannya, seruan untuk berunjuk rasa ditanggapi beragam. “Ada yang setuju untuk tidak turun aksi. Namun ada juga yang tidak,” kata dia.

(Baca: Bos Taksi Malaysia Berulah Lagi, Ratusan Ojek Online Demo di Kedubes)

Garda pun sudah membuat pernyataan bahwa asosiasi tidak terlibat dalam rencana aksi di gedung DPR pada hari ini (27/9). “Karena ini rawan pemanfaatan kepentingan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Maka kami imbau ojek online beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Dalam surat pemberitahuan resmi itu, Garda menginstruksikan seluruh aliansi dan komunitas ojek online yang menjadi anggotanya tidak turut serta dalam demonstrasi tersebut. Garda mendorong terciptanya suasana yang kondusif, supaya anggotanya bisa bekerja seperti biasanya.

 (Baca: Gojek ‘Dihina’ di Malaysia, 10 Ribu Ojek Online Demo Akhir Pekan Ini)

Reporter: Desy Setyowati

Video Pilihan

Artikel Terkait