Perkuat Bisnis Konten, Gojek Akan Rilis 3 Video Serial Lokal di GoPlay

Layanan GoPlay sudah tersedia secara terbatas bagi 20 ribu pengguna Gojek sejak Juni lalu.
Image title
26 September 2019, 15:26
Peluncuran GoPlay. Gojek bakal merilis tiga serial lokal lewat GoPlay.
Cindy Mutia Annur | KATADATA
Peluncuran GoPlay. Gojek bakal merilis tiga serial lokal lewat GoPlay.

Gojek resmi meluncurkan layanan baru di bidang konten digital, GoPlay pada hari ini (26/9). Platform video streaming ini sudah digarap Gojek sejak tahun lalu. Untuk memperkuat GoPlay, decacorn Tanah Air ini pun berencana meluncurkan tiga serial lokal eksklusif.

Untuk itu, perusahaan penyedia layanan on-demand ini bakal bekerja sama dengan beberapa produser dan sineas lokal. “Kami harapkan kerja sama dengan rumah produksi yang (memang) lebih ahli,” kata Co-Founder Gojek Kevin Aluwi di Jakarta, Kamis (26/9).

CEO GoPlay Edy Sulistyo menambahkan, perusahaannya bekerja sama dengan sineas lokal untuk mendorong industri film nasional. “Dalam beberapa bulan ke depan, kami siapkan konten serial unggulan,” kata dia.

Ketiga serial tersebut adalah 'Saiyo Sakato' dengan Salman Aristo dan Gina S. Noer sebagai produser (showrunners), 'Tunnel' garapan Shanty Harmayn dan Tanya Yuson, dan 'Gossip Girl Indonesia' besutan sutradara Nia Dinata. Seluruh konten hasil kreasi GoPlay Originals akan tersedia secara eksklusif di GoPlay.

(Baca: Ekspansi ke Bisnis Video Streaming, Gojek Luncurkan Go-Play)

Sebenarnya, Gojek meluncurkan GoPlay secara terbatas kepada 20 ribu konsumen pada Juni lalu. Kini, layanan video streaming itu tersedia bagi seluruh pengguna Gojek. Meski enggan berkomentar banyak perihal transaksi selama masa uji coba, Gojek menilai pasar bisnis ini cukup besar.

Berdasarkan data Pusat Pengembangan (Pusbang) Indonesia, jumlah penonton film di bioskop terus meningkat. Jumlahnya mencapai 100,6 juta, 108,2 juta, dan 129,5 juta sepanjang 2016-2018.

Namun, peningkatan itu justru berbanding terbalik dengan rasio penonton film lokal terhadap total yang menurun. Rasionya sempat naik dari 36% di 2016 menjadi 37% pada 2017. Tetapi rasionya kembali menjadi 36% pada tahun lalu. Itu artinya, penonton Tanah Air lebih banyak membeli tiket film asing di bioskop.

(Baca: Prospek Bisnis Film 2019: Saluran Distribusi Digital Kian Mewabah)

Kondisi ini jauh berbeda dibanding Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok yang mayoritas penduduknya menonton film lokal. Rasio penonton film lokal di ketiga negara itu mencapai 51%, 55%, dan 62% sepanjang 2018.

Edy menilai, salah satu faktor penyebab rendahnya jumlah penonton film lokal di Indonesia adalah minimnya waktu tayang (screen time). Karena itu, ia menilai pasar penonton film lokal lewat platform video streaming seperti GoPlay cukup besar.

Ia juga berharap, layanan ini bisa mendorong industri film nasional. "Lewat konten (ekslusif) ini, kami ingin mengundang para sineas lokal untuk ikut berkolaborasi bersama agar kami bisa meraih penonton film lokal yang lebih luas di Indonesia," kata dia.

(Baca: Gojek Rekrut Mantan Petinggi Netflix untuk Pimpin Grup Data)

Produser film Mira Lesmana pun menyambut positif kehadiran GoPlay. Sebab, layanan ini menjadi peluang baru bagi para sineas muda untuk berkarya selain di layar lebar. "Selain itu, (kolaborasi) ini bisa menjadi pendapatan tambahan (additional income) bagi sineas lokal," kata Mira.

Seperti Netflix yang memproduksi sendiri beberapa tayangannya, beberapa konten yang tayang melalui GoPlay juga akan diproduksi secara internal melalui GoStudios. Unit bisnis Gojek ini sudah mendanai empat film yakni Kulari Ke Pantai, Buffalo Boys, Keluarga Cemara, serta Aruna dan Lidahnya.

(Baca: Persaingan Go-Jek dan Grab Melebar ke Bisnis Konten dan Investasi)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Video Pilihan

Artikel Terkait