Fintech Julo Dapat Suntikan Dana Rp 140 Miliar Dari Modal Ventura AS

Dana segar ini akan dipakai untuk memperluas pasar Julo di Indonesia.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
20 September 2019, 11:46
Ilustrasi, booth Julo dalam acara Fintech Exhibition 2019. Julo mendapat tambahan modal US$ 10 juta dipimpin modal ventura yang berbasis di AS, Quona Capital.
Julo
Ilustrasi, booth Julo dalam acara Fintech Exhibition 2019. Julo mendapat tambahan modal US$ 10 juta dipimpin modal ventura yang berbasis di AS, Quona Capital.

Startup teknologi finansial bidang pinjam-meminjam (fintech lending) Julo mendapat pendanaan Seri A US$ 10 juta atau sekitar Rp 140 Miliar. Pendanaan itu dipimpin oleh modal ventura yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Quona Capital.

Investasi itu diikuti oleh beberapa modal ventura lainnya, seperti Skystar Capital, East Ventures, Provident Capital, Gobi Partners, dan Convergence Ventures. Dana segar itu rencananya digunakan untuk memperluas pasar dan mengembangkan teknologi penilaian kredit (credit scoring).

Co-Founder dan Partner Quona Capital Ganesh Rengaswamy menilai, pinjaman yang disalurkan Julo bertujuan untuk meningkatkan kesejahteran ekonomi masyarakat dan inklusi keuangan di Indonesia. “Ini merupakan landasan fokus Quona,” katanya dikutip dari Tech In Asia, kemarin (19/9).

(Baca: Kredivo Dapat Pinjaman Rp 284 Miliar dari Perusahaan Asal AS)

Perusahaan rintisan ini didirikan pada 2017. Fintech lending lokal ini memberikan pinjaman bersifat konsumtif tanpa jaminan. Julo juga menggunakan teknologi penilaian kredit eksklusif untuk menilai calon peminjam.

Berdasarkan situs resminya, Julo menawarkan pinjaman tanpa uang jaminan mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 8 juta. Tenor pinjaman sekitar tiga hingga enam bulan, dengan bunga 4-6% per bulannya.

Sejauh ini, perusahaan mencatat rerata peminjam meminjam Rp 4,2 juta. Dalam hal layanan, startup ini menawarkan sistem loyalitas dengan menyediakan promo uang kembali (cashback).

Mengacu pada laporan terkait keuangan di Indonesia, penetrasi bank sekitar 15% dari populasi yang memiliki kartu debit dan kredit. Jumlah tersebut menjadi pasar potensial bagi fintech pinjaman di Tanah Air.

(Baca: OVO Gandeng Bareksa, Taralite, dan Do-It untuk Perluas Ekosistem)

Selain Julo, beberapa fintech lending nasional mendapat dana segar sejak awal tahun ini. Salah satunya Kredivo yang mendapat fasilitas pinjaman hingga US$ 20 juta.

Perusahaan fintech pembayaran, OVO juga baru-baru ini mengakuisisi Taralite. Dengan begitu, OVO bisa memperluas layanannya ke sektor pinjam-meminjam.

Tahun lalu, Gojek juga bermitra dengan fintech pinjaman lokal, yakni Findaya, Dana Cita, dan Aktivaku. Hal ini dalam rangka untuk memperkuat posisinya dalam layanan keuangan. 

(Baca: Pendiri Bareksa Ditunjuk Jadi Presiden OVO)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Video Pilihan

Artikel Terkait