Luncurkan Aplikasi, Koperasi Kredit Union Target 160 Ribu Milenial

Koperasi Kredit Union Indonesia mengklaim, aplikasi Kop-Aja merupakan yang pertama di industri ini.
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
19 September 2019, 19:55
Koperasi Kredit Union Indonesia meluncurkan aplikasi Koperasi Aja, yang disingkat Kop-Aja. Perusahaan mengklaim, Kop-Aja merupakan platform digital keuangan koperasi pertama di Indonesia.
Kop-aja
Koperasi Kredit Union Indonesia meluncurkan aplikasi Koperasi Aja, yang disingkat Kop-Aja. Perusahaan mengklaim, Kop-Aja merupakan platform digital keuangan koperasi pertama di Indonesia.

Koperasi Kredit Union Indonesia meluncurkan aplikasi Koperasi Aja, yang disingkat Kop-Aja. Perusahaan mengklaim, Kop-Aja merupakan platform digital keuangan koperasi pertama di Indonesia.

Founder Kop-Aja Heryanto Gunawan berharap layanannya bisa menjadi alternatif investasi dan pinjaman bagi masyarakat Indonesia. Apalagi, kontribusi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 60% di Indonesia.

Memasuki tahun kedua beroperasi, Kop-Aja telah menggaet 375 orang nasabah, baik debitur maupun investor.  “Kami target bisa menjaring 160 ribu nasabah tahun ini. Utamanya UMKM dan milenial,” kata dia di Jakarta, Kamis (19/9).

Heryanto menjamin layanannya aman, karena perusahaannya diawasi Kementerian Koperasi dan UKM. Investor pun bisa berinvestasi mulai dari Rp 100 ribu.

(Baca: Koperasi Pengrajin Targetkan Ekspor 2 Ribu Ton Tempe per Bulan)

Selain itu,  ada aset yang menjadi jaminan jika anggota Kop-Aja ingin meminjam. Ia memastikan, aset itu memiliki nilai ekonomis dan keuntungan yang relatif tinggi. Saat ini, ada beberapa kendaraan dan properti yang ditransaksikan di platform Kop-Aja.

Namun, kendaraan yang ingin diinvestasikan tidak boleh berumur lebih dari tujuh tahun setelah lunas. Sebab, harga kendaraan cenderung menurun.

Ia menegaskan bahwa perusahaannya mengutamakan keamanan investasi. Untuk itu, Kop-Aja menyediakan layanan pelanggan (costumer services) 24 jam.

Selain itu, ia menjamin investor bisa mendapatkan dananya sesegera mungkin jika membatalkan investasi. Penanam modal juga bisa memantau perolehan imbal hasil, nilai investasi hingga jenis aset yang dibiayai secara real-time.

Investor juga bisa menarik saldo langsung ke rekening. “Saldo Investasi dan pendapatan bunga bisa ditarik kapan saja,” kata Heryanto. Transparansi dan kemudahan layanan ini lah yang ingin diusung oleh Kop-Aja.

Investor dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan nilainya, yakni bronze (Rp 100 ribu-Rp 150 juta), silver (Rp 150 juta-Rp 250 juta), dan gold (lebih dari Rp 250 juta). Imbal hasil yang ditawarkan yakni 18% hingga 22%, tergantung besaran investasinya.

(Baca: Survei PwC: 74% UMKM Belum Dapat Akses Pembiayaan)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Video Pilihan

Artikel Terkait