East Ventures Suntik Modal Startup Kecantikan, Base

Base bermitra dengan perusahaan riset asal Inggris dan Korea Selatan untuk mengembangkan produk kecantikan.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
9 September 2019, 11:12
east ventures suntik modal startup kecantikan, base
east ventures
Chief Executive Officer (CEO) Base Yaumi Fauziah Sugiharta dan Chief Product Officer (CPO) Base Ratih Permata Sari. Base mendapat pendanaan tahap awal dari East Ventures dan Skystar Capital.

Modal ventura, East Ventures bersama dengan Skystar Capital memimpin pendanaan tahap awal (seed funding) kepada startup kecantikan, Base. Dana segar ini akan digunakan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis dan merekrut lebih banyak Sumber Daya Manusia (SDM).

Base adalah perusahaan produk kecantikan dan wellness Direct-to-Consumer (DTC). Startup ini didirikan oleh Yaumi Fauziah Sugiharta sebagai Chief Executive Officer (CEO) dan Ratih Permata Sari yang menjabat Chief Product Officer (CPO) pada enam bulan lalu.

Yaumi merupakan mantan Head of Marketing Gojek. Ide untuk mendirikan Base ia peroleh ketika para pembaca blog-nya bertanya mengenai cara memilih produk perawatan kulit yang tepat.

Saat itu, ia melihat ada kebutuhan di masyarakat, khususnya perempuan dalam memilih produk kecantikan. “Base lahir untuk menghilangkan kesulitan itu. Caranya, dengan menyederhanakan proses mencari dan mendapatkan produk yang dipersonalisasi menggunakan teknologi,” kata dia dalam siaran pers, Senin (9/9).

(Baca: Kedai Sayur Raih Pendanaan Rp 57 Miliar yang Dipimpin East Ventures)

Berdasarkan survei internal Base, 70% perempuan Indonesia bingung memilih produk perawatan kulit, karena ada banyak merek. Selain itu, responden merasa mayoritas produk tidak secara spesifik dibuat untuk konsumen di negara tropis seperti Indonesia.

Padahal, ia mencatat bahwa nilai pasar industri kecantikan Indonesia mencapai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 42 triliun. Kategori perawatan kulit pun tumbuh 9% secara tahunan (year on year/yoy) pada tahun lalu. Pertumbuhannya melebihi kosmetik.

Namun, mayoritas pemain penting di pasar lokal merupakan pemegang merek (brand) global. Alhasil, menurutnya produk yang ada di pasar belum bisa memenuhi kebutuhan perawatan kulit perempuan Indonesia yang beragam.

“Konsumen kami, biasa dikenal dengan nama Base Friends, bisa mendapat produk kecantikan dan wellness dengan formula kualitas tinggi, vegan, dan terpersonalisasi, langsung dari situs Base,” kata Yaumi.

(Baca: CEO Tokopedia dan Traveloka Respons Raihan Dana Baru East Ventures)

Sedangkan Ratih merupakan ahli biokimia yang pernah menjabat Product Manager di DBS Singapura. Ratih menyampaikan bahwa perusahaannya menyasar perempuan yang masuk kategori Gen-Z dan milenial.

Perusahaannya fokus menawarkan transparansi, personalisasi, dan inklusivitas. “Diperkuat dengan data, Base akan menganalisis bagaimana lingkungan dan gaya hidup bisa mempengaruhi kondisi kulit,” kata dia.

Ratih menjelaskan, perusahaannya mempelajari hasil konsultasi kulit dari para konsumen. Lalu, sistem akan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pengguna.

(Baca: Hasil Investasi Tinggi, East Ventures Jadi Pemodal Ventura Terbaik)

Saat ini, Base bermitra dengan laboratorium penelitian dan pengembangan (R&D) di London, Inggris dan Seoul, Korea Selatan untuk mengembangkan produk dan memproduksinya secara lokal di Jakarta. Produk kecantikan itu dibanderol mulai dari Rp 98 ribu.

Partner dari East Ventures Melisa Irene mengatakan bahwa Base tengah membangun inovasi penting di industri kecantikan Indonesia. “Caranya, dengan memastikan produk-produk perawatan kulit tetap relevan dengan kebutuhan konsumen lokal. Ini adalah kesempatan emas bagi Base untuk mengubah proses pencarian produk yang begitu rumit menjadi sederhana dan terpersonalisasi,” katanya.

Managing Partner dari Skystar Capital Abraham Hidayat menambahkan, visi perusahaannya sama dengan Base. Ia pun sepakat bahwa perempuan Indonesia butuh produsen kecantikan lokal yang berfokus pada tujuan perawatan kulit.

“Dengan fokus, dorongan, dan antusiasme mereka, kami yakin bahwa Base akan mampu memberikan dampak pada industri kecantikan Indonesia di tahun-tahun mendatang,” kata Abraham.

(Baca: Jurus Jitu Menangkap Peluang di Era Ekonomi Digital)

Video Pilihan

Artikel Terkait