Facebook Tanggapi Kabar 419 Juta Data Pengguna Bocor

Facebook menilai informasi yang bocor itu merupakan data lama.
Cindy Mutia Annur
5 September 2019, 21:48
Sekitar 419 juta data pengguna Facebook diduga bocor
123RF.com
Sekitar 419 juta data pengguna Facebook diduga bocor.

Seorang peneliti keamanan Sanyam Jain menemukan basis data berisi lebih dari 419 juta informasi pengguna Facebook yang bocor ke publik. Data itu mencakup nomor telepon, ID Facebook, jenis kelamin hingga asal negara. 

Sebanyak 133 juta data pengguna yang bocor di antaranya berasal dari Amerika Serikat (AS). Lalu, 18 juta dari Inggris dan 50 juta merupakan pengguna asal Vietnam.

Pada awalnya, Sanyam menemukan basis data itu di server terbuka tanpa sandi (password). Dia mengatakan kepada TechCrunch bahwa beberapa data di antaranya merupakan nomor telepon selebriti.

Juru bicara Facebook Jay Nancarrow mengatakan, data tersebut merupakan informasi yang sudah lama. Bahkan, menurutnya data-data itu diperoleh sebelum perusahaan membuat kebijakan baru.

Advertisement

(Baca: Mark Zuckerberg, Bahaya Penguasa Facebook, Instagram dan Whatsapp)

Perusahaannya, kata dia, sudah menerapkan kebijakan pencegahan yang memungkinkan menghapus data pengguna sebelum diketahui orang lain. "Kumpulan data telah dihapus dan kami belum memiliki bukti bahwa akun-akun Facebook itu dirampas,” kata dia dikutip TechCrunch, Kamis (5/9).

Facebook telah lama membatasi pengembang mengakses nomor telepon pengguna. Perusahaan juga mengklaim telah mempersulit pencarian nomor telepon teman-teman pengguna.

Namun, kenyataannya, basis data tersebut tampaknya dimuat ke server terbuka pada akhir bulan lalu. Meskipun, menurut Jay tidak ada bukti bahwa data-data itu baru.

TechCrunch pun melakukan verifikasi atas data-data tersebut. Caranya, dengan mencocokan informasi itu dengan nomor telepon pengguna Facebook.

"Kami juga memeriksa catatan lain dengan mencocokkan nomor telepon dengan fitur pengaturan ulang kata sandi Facebook. Hal ini dapat digunakan untuk mengungkap sebagian nomor telepon pengguna yang ditautkan ke akun mereka," kata TechCrunch.

(Baca: Uang Digital Facebook Ditolak karena Alasan Regulasi hingga Keamanan)

Mengutip dari Engadget, Facebook mengaku bahwa banyak informasi di basis datanya yang diduplikasi. Karena itu, Facebook menilai informasi yang bocor itu tak sampai 419 juta.

Facebook memastikan bahwa perusahaan telah melakukan beberapa perubahan kebijakan untuk mengurangi risiko mengikis data dari platform mereka.

Sebelumnya, Facebook menghadapi banyak masalah keamanan data pengguna. Salah satunya, skandal Cambridge Analytica pada tahun lalu.

(Baca: Salah Kelola Data Pengguna, Facebook Bayar Denda US$ 5 Miliar )

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait