LinkAja Hadir di Gojek, Go-Pay Optimistis Transaksi Tak Tergerus

Cindy Mutia Annur
16 Juli 2019, 21:18
Go-Pay optimistis, kolaborasi Gojek dengan LinkAja tidak akan mengurangi volume transaksi melalui platform-nya.
Katadata
Ilustrasi. Go-Pay optimistis, kolaborasi Gojek dengan LinkAja tidak akan mengurangi volume transaksi melalui platform-nya.

Layanan dompet digital besutan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), LinkAja bakal tersedia di aplikasi Gojek kurang dari dua bulan. Go-Pay optimistis kolaborasi induk usahanya dengan LinkAja ini tidak akan mengurangi volume transaksi melalui platform-nya.

Head of Corporate Communications Go-Pay Winny Triswandhani mencatat, sekitar 50 % transaksi di aplikasi Gojek menggunakan layanan pembayarannya. Tingkat penggunaan Go-Pay akan tetap tinggi meski ada dua layanan pembayaran di platform Gojek.

"Karena Gopay punya usecase (penggunaan) di luar Gojek yang luar biasa besarnya. Tidak hanya untuk membayar kopi, juga untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Saat ini sudah ada sekitar 5 ribu e-commerce yang pembayarannya bisa lewat Gopay," kata Winny di Jakarta, Selasa (16/7).

(Baca: Gencar Perluas Layanan, LinkAja Segera Hadir di Aplikasi Gojek)

Meski begitu, ia menegaskan bahwa Go-Pay tidak memandang LinkAja sebagai pesaing. Kolaborasi Gojek dan LinkAja sebagai upaya perusahaan untuk mendorong masyarakat beralih dari pembayaran tunai ke nontunai.

Melalui kerja sama ini, Gojek bisa memperluas jangkauan layanan hingga ke daerah terpencil. “Kami melihat bagaimana caranya agar bersama-sama masuk ke sekitar 90 % masyarakat Indonesia yang belum merasakan nontunai. Itu size-nya masih sangat besar sekali," kata dia.

Dia juga menegaskan bahwa perusahaannya terbuka untuk kolaborasi. “Karena kami ekosistemnya terbuka. Tidak hanya bekerja sama dengan penyedia uang elektronik (e-money) lain, juga dengan 28 institusi jasa keuangan lainnya,” kata dia.

(Baca: Potensi LinkAja Menggoyang Dominasi Dompet Digital Go-Pay dan OVO)

Sebelumnya, Managing Director Go-Pay Budi Gandasoebrata mengatakan, perusahaannya berfokus untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. "Ekosistem Gojek jika dikolaborasikan dengan ekosistem LinkAja akan memiliki potensi luar biasa untuk mempercepat masyarakat Indonesia menjadi nontunai," kata dia beberapa waktu lalu (5/7).

Lagipula, perusahaan teknologi finansial (fintech) pembayaran besutan Gojek ini sudah tersedia di Trans Semarang, sama seperti LinkAja. Budi mengklaim, 90 % dari transaksi nontunai di Trans Semarang menggunakan layanan Go-Pay.

Grafik:

Advertisement
Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait