Bangun Ekosistem, Telkom Target Pasar Gim Lokal Capai 20% pada 2024

Saat ini, pangsa pasar gim lokal hanya 0,4% di Indonesia. Mayoritas pasar dikuasai pengembang gim asing.
Cindy Mutia Annur
11 Juli 2019, 08:00
Telkom, Ekosistem Gim
Telkom
Founder & CEO Agate Arief Widhiyasa, SVP Media and Digital Business and EGM Digital Business PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Joddy Hernady, dan President Director and CEO PT Melon Indonesia Dedi Suherman.

PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) menggelar inisiatif Oolean untuk mengembangkan ekosistem gim di Indonesia. Melalui program itu, Telkom menargetkan pangsa pasar gim lokal naik dari 0,4% saat ini menjadi 20% pada 2024.

Inisiasi tersebut digarap Telkom melalui unit bisnis layanan hiburan Melon dan pengembang gim Agate. Oolean fokus pada empat hal yakni pengguna (user platfrom), pengembangan fim (game co-development), penerbitan gim (game co-publishing), dan membangun ekosistem (ecosystem investment).

Lewat inisiasi itu, EVP Media & Digital Business Telkom Joddy Hernady optimistis pangsa pasar gim lokal bisa mencapai 20% dalam lima tahun ke depan. “Memang cukup agresif (target kami), namun itu harus dilakukan supaya kami juga mau bekerja keras," kata dia saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/7).

(Baca: Minim Investasi, Pangsa Pasar Pengembang Gim Lokal Hanya 0,4%)

Advertisement

Joddy mengatakan, program tersebut akan memudahkan pengembang gim masuk ke ekosistem perusahaannya. Selain itu, ia menegaskan inisiasi ini membantu pengembang menciptakan lebih banyak gim. Telkom juga akan mendukung riset pra-publikasi produk hingga menyediakan inkubasi.

Ia optimistis, kolaborasi melalui Oolean ini akan menguntungkan Telkom. Sebab, melalui kerja sama ini, Telkom bisa menawarkan paket produk yang mencakup broadbandth connectivity dengan gim, video, musik, dan lainnya.

Bahkan, menurut Joddy, kolaborasi ini akan meningkatkan keuntungan Telkom 10-15% dalam hal distribusi. Dari sisi pembayaran, ia memperkirakan profit Telkom bisa naik tiga hingga lima persen melalui kerja sama ini.

(Baca: Hadirkan Arena VR, Bekraf Game Prime 2019 Target 18 Ribu Pengunjung)

Dengan begitu, Oolean bisa mengimbangi penurunan layanan panggilan dan SMS. Karena itu, perusahaannya memutuskan untuk mengambil alih pasar industri gim langsung ke hulunya. "Kami ingin bermain sebagai co-publisher karena potensinya cukup besar,” katanya.

Joddy juga optimistis, keterlibatan Telkom sebagai penerbit (publisher) dan pengembang (developer) dalam inisiasi Oolean akan menguntungkan seluruh ekosistem. "Jadi (inisasi Oolean) punya dua sisi, yakni mengembangkan para pelaku industri gim berdampak pada bisnis kami," kata dia.

(Baca: Potensi Pasar Gim Indonesia Rp 55,5 Triliun pada 2022)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait