Naik 50% Sejak Awal Tahun, DANA Gaet 15 Juta Pengguna Aktif

Transaksi di platform DANA mencapai lebih dari 1 juta per hari.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
22 Mei 2019, 05:00
DANA telah menggaet 15 juta pengguna aktif.
Instagram/@dana.id
DANA telah menggaet 15 juta pengguna aktif.

Perusahaan teknologi finansial (fintech) bidang pembayaran, DANA sudah menggaet 15 juta pengguna aktif per April 2019. Jumlah pengguna DANA tercatat naik 50% sejak awal tahun ini.

Fintech besutan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) dan Ant Financial (Alipay) ini juga sudah menggandeng mitra di lebih dari 15 ribu lokasi. Alhasil, transaksi di platform DANA mencapai lebih dari 1 juta per hari.

Chief Communications Officer DANA Chrisma Albandjar mencatat, frekuensi transaksi di platform DANA tergolong stabil. “layanan belanja, pembelian pulsa, dan pembayaran tagihan meningkat,” ujar dia kepada Katadata.co.id  di kantornya, Jakarta, Selasa (21/5).

(Baca: Target Jadi Dompet Digital Nomor 1, DANA Terbuka dengan Semua Platform)

Untuk meningkatkan jumlah mitra, DANA pun merilis layanan registrasi self on boarding pada awal tahun ini. Melalui layanan ini, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga pelosok Indonesia bisa mendaftar secara online untuk menjadi mitra DANA.

Calon mitra hanya perlu mengisi informasi terkait data pribadi dan toko miliknya. Mitra juga bisa mencetak kode Quick Response (QR) untuk menyediakan layanan pembayaran dengan DANA. “Progresnya bagus sekali di seluruh Indonesia,” ujar dia. Namun, ia enggan menyebutkan besaran kenaikannya.

CEO DANA Vincent Iswara menyampaikan, 90% transaksi di Indonesia dilakukan secara tunai. Ia berharap, kehadiran DANA bisa mendorong transaksi tanpa tunai (non-cash) di Tanah Air. “Kami ingin mentransformasi masyarakat Indonesia ke digital ekonomi,” kata dia.

(Baca: Izin BukaDompet Belum Turun, Bukalapak Luncurkan BukaDANA )

DANA hadir di Indonesia pada akhir Maret 2018. Namun, DANA resmi hadir pada akhir tahun lalu. Di awal kemunculannya, DANA sudah menggandeng 40 mitra seperti BlackBerry Messenger (BBM), Ramayana, Bukalapak, Lazada, MOKA, Sepulsa, TIXid.

Pada Februari lalu, Bukalapak pun resmi menghapus fitur BukaDompet. Sebab, hingga saat ini layanan pembayaran tersebut belum juga mendapat izin dari Bank Indonesia (BI). Dengan begitu, Bukalapak mengandalkan dompet digital dari DANA, disamping layanan pembayaran lain seperti bank dan toko retail.

Pada akhir tahun lalu, DANA memiliki 600 mesin pemindai kode QR milik pengguna. Dengan begitu, pengguna tidak perlu memindah kode QR mitra. Meski demikian, DANA tetap menyediakan kode QR di masing-masing mitra.

(Baca: OVO, Go-Pay, dan DANA Siap Adopsi Standardisasi Kode QR dari BI)

Video Pilihan

Artikel Terkait