Gandeng Mitra Lokal, Intel Masuk Pasar IoT di Indonesia

Presiden Direktur Synnex Metrodata Indonesia Agus Honggo Widodo menyebut, kesepakatan ini bernilai jutaan dolar AS.
Desy Setyowati
28 Maret 2019, 13:49
Metrodata Intel
Synnex Metrodata Indonesia
General Manager IoT Ecosystems and Channels Intel Corporation Steen J Graham dan Presiden Direktur PT Synnex Metrodata Agus Honggo Widodo.

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) Intel Corporation menunjuk PT Synnex Metrodata Indonesia sebagai mitra bisnis Intel® IOT Solution Aggregator di Indonesia. Dengan begitu, Intel bisa memasarkan jasanya terkait Internet of Things (IoT) di Indonesia.

Saat ini, perusahaan rintisan hingga besar sudah mengadopsi IoT di Indonesia. Startup yang sudah mengadopsi IoT seperti HARA, Qlue, e-Fishery, Nodeflux, dan lainnya. Sementara perusahaan besar yang menggunakan IoT, salah satunya Perusahaan Listrik Negara (PLN) lewat sistem REMDO atau singkatan dari remote engineering, monitoring, diagnostic, and optimization.

Untuk itu, Intel masuk pasar Indonesia lewat bisnis Intel® IOT Solution Aggregator, Intel® Market Ready Solutions, dan Intel® RFP Ready Kits. “Nilai lebih ini akan kami berikan ke mitra bisnis dan pelanggan kami dalam bentuk penyediaan solusi IoT melalui one stop solution,” ujar Presiden Direktur Synnex Metrodata Indonesia Agus Honggo Widodo dalam siaran pers, Kamis (28/3).

(Baca: Indosat Resmikan Laboratorium Teknologi Digital di 10 Perguruan Tinggi)

Intel® IOT Solution Aggregator menawarkan solusi pemanfaatan IoT. “Bersama Intel, kami akan menginisiasi Artificial Intelligence of Things (AIoT) dengan meluncurkan Kompetisi OpenVINO™,” kata dia. Perlengkapan di OpenVINO™ memungkinkan bisnis menerapkan computer vision dan belajar solusi dengan lebih cepat dan efektif.

Lalu Intel® Market Ready Solution merupakan solusi yang disesuaikan dengan industri, yang ditujukan untuk permasalahan bisnis yang spesifik, pre-integrated. Sedangkan Intel® Market Ready Solutions fokus untuk memudahkan pelanggan mempercepat perolehan hasil dari solusi yang digunakan.

(Baca: Konsultan Sebut Tak Masalah Pusat Data Ada di Luar Negeri)

Untuk menyediakan layanan ini, Agus menyebut bahwa kesepakatan ini bernilai jutaan dolar AS. Saat ini, Synnex Metrodata Indonesia mulai menyediakan atau on-boarded full produk Intel IOTG (Internet of Things Group) di lini chip, seperti processors, memory, storage, dan networks building blocks.

Synnex Metrodata Indonesia pun memamerkan terknologi end-to-end terkini di ruang teknologi experience centre di kantor pusat APL Tower Lantai 42. Teknologi yang dipamerkan seperti edge sensors, gateway, network infrastructure, hingga komputasi awan (cloud).

Teknologi 5G untuk Mendukung IoT

Teknologi IoT tidak bisa berdiri sendiri. Butuh teknologi seperti 5G dengan kecepatan internet yang tinggi, guna memaksimalkan peran IoT untuk solusi bisnis. Sebab, latensi atau keterlambatan internet 5G lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.

(Baca: XL Axiata Target 92% Jaringannya Siap untuk Layanan 4G)

Perusahaan telekomunikasi di Indonesia seperti PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel),PT XL Axiata Tbk, PT Indosat Tbk sudah menyiapkan layanan 5G. Namun, layanan ini belum bisa didistribusikan karena Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) belum merilis aturannya.

Rencananya, aturan tersebut bakal dirilis pada tahun ini. “Kami sudah harus persiapkan layanan 5G, Tetapi yang paling penting dari 5G adalah frekuensi. Kami duduk berdiskusi dengan Kementerian Kominfo, frekuensi mana yamg disediakan untuk 5G? Masih diskusi," ujar Chief Technology Officer (CTO) XL Axiata Yessie D Yosetya, pada awal Maret lalu. 

Reporter: Desy Setyowati

Video Pilihan

Artikel Terkait