Laba Samsung Pada Kuartal I-2019 Diprediksi di Bawah Ekspektasi

Penjualan iPhone yang menurun berpengaruh terhadap permintaan panel layar ke Samsung Electronics.
Desy Setyowati
28 Maret 2019, 04:00
Gerai Seluler Samsung
Arief Kamaludin | Katadata

Laba perusahaan asal Korea Selatan, Samsung Elektronics pada Kuartal pertama 2019 diperkirakan di bawah ekspektasi. Hal ini disebabkan  permintaan produk semikonduktor dan panel layar yang menurun.

Awalnya, pelaku pasar modal menghitung Samsung dapat mengantongi laba 7,2 triliun won atau sekitar Rp 89,6 triliun pada Kuartal I-2019. Namun, beberapa analis memperkirakan profit Samsung kurang dari 6 triliun won atau sekitar Rp 74,2 triliun.

Sedangkan Refinitiv SmartEstimate memperkirakan, laba Samsung pada Kuartal I-2019 ini setengah dari perolehan Kuartal I-2018 yang sebesar 15,6 triliun won. “Samsung mengklaim, permintaan komponen Organic Light-Emitting Diode (OLED) dan kompetisi harga memengaruhi profit,” demikian dikutip dari Channelnews.com, Rabu (26/3).

(Baca: Gandeng DANA, Samsung Rilis Aplikasi Pembayaran Digital di Indonesia)

Advertisement

Refinitiv SmartEstimate pun memperkirakan penjualan Samsung Electronics turun dari 60,6 triliun won pada Kuartal I-2018 menjadi 53,7 triliun won di Kuartal I-2019. Hal ini terjadi karena harga chip DRAM milik Samsung turun 20 % dibanding periode sama tahun lalu.

Sejalan dengan hal itu, pendapatan Samsung diperkirakan hanya 53,7 triliun won atau sekitar 672,6 triliun pada tahun ini. Proyeksi itu menurun dibanding realisasi tahun lalu yang sebesar 60,6 triliun won atau sekitar Rp 759 triliun.

Turunnya harga ini disebabkan oleh permintaan yang menurun. Samsung pun mencatat, persediaan chip memori menumpuk karena permintaan tidak sesuai ekspektasi. “Bisnis panel layar juga melemah karena penjualan iPhone yang buruk ini memengaruhi profitabilitas Samsung,” ujar analis Shinyoung Securities Lee Won-sik dikutip dari Reuters.

(Baca: Apple Ikut Terpukul Dampak Perang Dagang AS-Tiongkok)

Sekadar informasi, Apple Inc bekerja sama dengan perusahaan Korea Selatan lainnya yakni LG Electronics untuk memasok layar OLED. Meski begitu, kerja sama Apple dengan Samsung juga masih berjalan.

Penjualan Apple Menurun

Apple Inc mengoreksi target penjualan akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok. Produsen iPhone ini mulanya memperkirakan penjualan bisa mencapai US$ 89 miliar hingga US$ 93 miliar pada kuartal akhir di 2018. Namun, Apple menurunkan estimasi penjualan menjadi US$ 84 miliar.

(Baca: Apple Luncurkan Aneka Layanan Baru: Kartu Kredit, Gim, TV, dan Berita)

Chief Executive Officer (CEO) Apple Inc Tim Cook menyampaikan, penjualan pada Kuartal-I 2018 mencapai US$ 88,3 miliar. Bila di kuartal akhir estimasinya turun menjadi US$ 84 miliar, maka ia menduga ada penurunan daya beli konsumen, terutama di Tiongkok.

Berdasarkan pengalamannya, penurunan penjualan di kuartal terakhir atau ketika musim liburan, baru kali ini terjadi sejak ia menjabat pada 2011. Penurunan estimasi ini pun pertama kalinya dilakukan Apple selama dua dekade terakhir.

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait