Grab Rekrut 90 Orang untuk Kembangkan Teknologi Titik Penjemputan

Di Indonesia, Grab telah mengembangkan lima juta pilihan titik penjemputan.
Cindy Mutia Annur
11 Maret 2019, 22:00
grab
Grab
CEO Grab Anthony Tan dan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Penyedia layanan on-demand Grab merekrut 90 orang untuk mengembangkan teknologi terkait titik penjemputan atau disebut (Point of Interest/POI). Di Indonesia, Grab telah mengembangkan 5 juta pilihan titik penjemputan.

Awalnya, Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertugas mengembangkan teknologi ini hanya lima orang. Grab memandang, teknologi ini harus dikembangkan supaya memudahkan proses perjalanan konsumen. Untuk itu, Grab menambah jumlah pekerja yang khusus menangani teknologi ini atau disebut tim MapsOps.

PoI menampilkan pintu masuk dan keluar suatu gedung, yang menjadi titik penjemputan. Selain PoI, tim MapsOps Grab mengembangkan titik hijau atau penjemputan untuk pejalan kaki.Pencapaian luar biasa ini tidak terlepas dari masukan komunitas Grab, baik mitra pengemudi maupun penumpang,” ujar Regional Operations Lead of Southeast Asia MapsOps Grab Bayu Yanuargi dalam siaran pers, Senin (11/3).

(Baca: Disuntik Modal Softbank, Valuasi Grab Tembus Rp 196 Triliun)

Advertisement

Saat ini, Grab mengembangkan 350 ribu titik hijau di delapan negara di Asia Tenggara. Jumlah tersebut naik signifikan dibanding 2018 yang jumlahnya hanya 5 ribu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 250 ribu titik hijau di platform Grab berada di Indonesia. Secara total, Grab menyediakan 5 juta PoI sebagai pilihan titik penjemputan di Indonesia.

Selain itu, Grab bekerja sama dengan komunitas OpenStreetMap untuk menyelenggarakan program pemetaan khusus (Maphaton) guna memitigasi bencana di Bali, Aceh, dan DI Yogyakarta. Grab juga mengembangkan pemetaan fasilitas kesehatan di Jakarta Utara, DKI Jakarta pada akhir 2018 lalu. Ia berharap, langkah ini mempermudah pengguna Grab di Jakarta Utara untuk menemukan fasilitas kesehatan.

(Baca: Grab Resmi Umumkan Status Decacorn Pertama di Asia Tenggara)

Sekadar informasi, Grab hadir di 336 kota di delapan negara di Asia Tenggara. Aplikasi Grab pun sudah diunduh lebih dari 138 juta kali. Di Indonesia, Grab beroperasi di 222 kota. Grab mengklaim sudah menguasai 60% pangsa pasar roda dua dan 70% roda empat di Indonesia.

Dugaan Gojek Meniru Tampilan Peta Grab 

Pada November 2018 lalu, Gojek tersangkut dugaan meniru tampilan peta Grab di Singapura. Beberapa pihak menyebut tampilan peta di aplikasi Gojek di Singapura mirip dengan Grab. Tak hanya peta jalan dan gedung, lokasi titik penjemputan pada aplikasi Gojek pun sama dengan Grab.

(Baca: Luncurkan Aplikasi di Singapura, Gojek Contek Peta Grab?)

Tampilan peta yang kemungkinan ditiru Gojek adalah opsi titik penjemputan. Misalnya, Anda memesan Grab di Marina Bay Sands maka ada pilihan titik penjemputan seperti GrabLane@MBA (convention center); GrabLane@MBA (casino); dan, GrabLane@MBA Hotel Tower 1. Penamaan titik poin inilah yang sama persis dengan yang tertera di Gojek.

Gojek pun tak menyangkal, bahwa perusahaannya kemungkinan mengambil informasi peta dari Grab ke aplikasinya. Mereka menyatakan Gojek menggunakan data mentah titik penjemputan (dan) drop-off dari beberapa sumber, termasuk mitra pengemudi.  "Kami kemudian menggunakan algoritma untuk menganalisis dan memperbaiki peta data dalam rangka untuk meningkatkan pengalaman pengguna," demikian pernyataan Gojek dikutip dari Tech In Asia, beberapa waktu lalu (17/12/2018).

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait