Isu Hoaks Tembus 562, Salah Satunya ATM Jadi Sarang Penularan Corona

Meski belum ada bukti, dokter meminta warga hati-hati penyebaran virus corona lewat ATM. Lalu, ada hoaks tentang Ma'ruf Amin imbau mudik lewat tol langit.
Cindy Mutia Annur
20 April 2020, 15:11
Isu Hoaks Tembus 562, Salah Satunya ATM Jadi Sarang Penularan Corona
kominfo
Konten tentang Ma\'ruf Amin imbau warga mudik lewat tol langit yang mendapat stempel hoaks dari Kominfo.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat, isu hoaks terkait pandemi corona mencapai 562 per hari ini (20/4). Dua hoaks di antaranya yakni soal ATM menjadi sarang penularan virus corona dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin imbau masyarakat mudik lewat tol langit.

Pesan terkait ATM itu disebar melalui WhatsApp. Isi pesannya menyebutkan bahwa 70% orang yang sempat pergi ke ATM terinfeksi Covid-19. Kementerian mengatakan kabar ini merupakan disinformasi. 

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng M Faqih menjelaskan, setiap benda yang sering disentuh memang dapat menjadi media penularan virus corona. Namun, belum ada bukti konkrit bahwa ATM menjadi media penularan tertinggi.

Daeng mengimbau agar masyarakat tetap waspada, meskipun belum ada bukti ATM sebagai media penularan tertinggi. Sebab, virus corona dapat menular melalui kontak dengan benda yang sering tersentuh, tidak menjaga kebersihan tangan, dan tak menerapkan etika batuk dan bersin.

Advertisement

(Baca: Kominfo Temukan 554 Hoaks Soal Corona di Berbagai Platform Digital)

Selain itu, penularan terjadi karena interaksi dengan banyak orang, tidak mengisolasi diri setelah kembali dari wilayah pandemi, dan kurangnya pemahaman tentang Covid-19.

Selanjutnya, beredar tangkapan layar (screen capture) artikel berita cnnindonesia.com yang dimuat pada bulan lalu (19/3) dengan judul 'Darurat Corona, Ma'ruf Amin Imbau Mudik Lewat Tol Langit Saja'. Gambar ini disertai dengan narasi 'Emangnya udah siap ya Tol Langit..?'.

Setelah ditelusuri, kementerian mengatakan bahwa judul artikel dari CNN Indonesia itu tidak sesuai dengan berita aslinya. Maka, konten ini mendapat stempel hoaks.

Faktanya, artikel tersebut merupakan hasil suntingan dari artikel asli yang berjudul 'Darurat Corona, Ma'ruf Amin Imbau Warga Tak Mudik Lebaran'. (Baca: Temukan 40 Juta Hoaks Corona Bulan Lalu, Facebook Peringatkan Pengguna)

Lalu, beredar pesan di Facebook bahwa 463.285 anggota TNI dan Polri terinfeksi virus corona. Disebutkan pula, ada 178 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 55 orang pasukan TNI-Polri yang bertugas di Tanah Papua meninggal dunia akibat terjangkit Covid-19.

Faktanya, informasi tersebut tidak benar dan tak memiliki sumber kredibel. Dalam akun Instagram @gegana_id disebutkan bahwa tidak ada TNI dan Polri di Papua yang positif Covid-19 maupun meninggal dunia karena virus itu.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan, anggota yang terinfeksi Covid-19 ada 55, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 190, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 873, sembuh 54, dan meninggal dunia 15 orang.

Kemudian, beredar sebuah pesan di WhatsApp yang menginformasikan terkait aksi begal di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Aksi begal terjadi pada waktu malam hari di sekitar The Alana Hotel dan Desa Bolon.

Kapolsek Colomadu AKP Sentot Ambar Wibowo menegaskan bahwa pesan tersebut hoaks. (Baca: Beredar Dokumen Analisis Dampak Corona ke Perbankan, OJK: Itu Hoaks)

Beredar pula video dengan narasi 'FBI menggerebek tempat ibadah Sinagoge di New York, tempat orang Yahudi menyembunyikan ribuan masker N95’. Pesan ini disinformasi.

Faktanya, penggerebekan terkait kasus penimbunan masker N95 dan perlengkapan medis lainnya terjadi di rumah seorang pria bernama Baruch Feldheim asal Brooklyn, bukan di Sinagoge.

Selain itu, Kementerian mencatat adanya hoaks tentang Tiongkok tuding Indonesia sebagai sumber virus corona. Lalu, muncul disinformasi mengenai resep teh panas dicampur lemon dari Palestina untuk menyembuhkan Covid-19.

Sebelumnya, Menteri Kominfo Johnny Plate meminta platform digital agar lebih aktif memblokir hoaks. "Kami akan mengacu pada Undang-Undang ITE dan peraturan terkait lainnya untuk gunakan seluruh kewenangan yang kami miliki, jika masih adanya hoaks terkait virus corona di platform digital," ujar dia saat video conference, Sabtu (18/4).

Sebanyak 89 tersangka kasus penyebaran hoaks ditindaklanjuti kepolisian. Dari jumlah tersebut, 14 orang sudah ditahan dan 75 tersangka sedang diproses hukum.

(Baca: 518 Hoaks Corona: Internet Gratis dan Dokter Italia Bunuh 3.000 Pasien)

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait