Donasi Terkait Corona Lewat KitaBisa Rp 119 Miliar, Berupa APD-Sembako

Pada awal April, donasi yang paling banyak yakni berupa masker dan APD. Kini, bantuan sembako mulai banyak dikampanyekan.
Cindy Mutia Annur
29 April 2020, 20:16
Donasi Terkait Corona Lewat KitaBisa Rp 119 Miliar, Berupa APD-Sembako
gojek
Ilustrasi platform KitaBisa yang menampilkan kampanye penggalangan dana terkait pandemi corona

Startup urun dana KitaBisa mencatat, pengumpulan dana terkait pandemi corona mencapai Rp 119,1 miliar sejak pertengahan Maret lalu. Dana ini diperoleh dari 715 ribu donatur.

Bantuan yang banyak diberikan yakni berupa masker hingga alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis pada awal April. "Tapi semakin ke sini, banyak donasi untuk sembako dan sifatnya berupa makanan," ujar CEO Kitabisa Alfatih Timur saat video conference, Rabu (29/4).

Sembako diberikan untuk warga yang terimbas pandemi virus corona. Sebagaimana diketahui, sebagian masyarakat kehilangan pekerjaan atau penurunan pendapatan akibat Covid-19.

(Baca: Yayasan Gojek Target Galang Rp 15 Miliar untuk Pedagang-Sopir Angkot)

Advertisement

Setidaknya ada tiga kategori pengumpulan donasi corona. Pertama, membantu tenaga medis. Kedua, pembagian makanan melalui dapur umum. Ketiga, sembako bagi warga kurang mampu yang terimbas pandemi corona.

Donasi dengan kata kunci corona pun menjadi topik utama di media sosial. Salah satunya, influencer Rachel Venya yang mampu mengumpulkan donasi Rp 9,1 miliar. Lalu, pengamat musik Adib Hidayat Rp 1,9 miliar dan musisi Afgan Syahreza Rp 214 juta.

Kini, KitaBisa pun berkolaborasi dengan Gojek melalui Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) dan grup musik Slank untuk menggalang pendanaan. Donasi ini ditarget mencapai Rp 15 miliar.

(Baca: Grab Gaet Pertamina hingga Bank Asal Jepang Beri Sembako Bagi Driver)

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu para pekerja lepas seperti pedagang asongan, sopir angkot atau angkutan kota hingga pengemudi ojek online yang terdampak pandemi corona.

Pada kesempatan berbeda, Co Founder Kitabisa.com Vikra Ijas mengatakan, selama masa pandemi banyak lembaga yang mengumpulkan donasi. Berbagai donasi yang terkumpul itu memperkuat anggapan tingginya tingkat kedermawanan orang Indonesia.

Pada 2018 lalu, Indonesia mendapat predikat sebagai negara yang paling dermawan di dunia, menurut survei yang dilakukan lembaga amal Inggris, Charities Aid Foundation (CAF). Dari survei tersebut, Indonesia berada diperingkat teratas dengan skor 59. Negara-negara maju berada di urutan selanjutnya, seperti Australia, Selandia Baru, Amerika, dan Irlandia.

(Baca: Semangat Gotong Royong Indonesia Meningkat di Masa Pandemi Corona)

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait