Bimbel Offline Terdampak Corona, Pengajuan Kredit di Pintek Turun

Banyak siswa batal mengikuti bimbel atau kursus online efek pandemi corona. Pengajuan pinjaman oleh siswa di platform Pintek pun turun.
Image title
30 April 2020, 19:23
Siswa Batal Ikut Bimbel Offline, Pengajuan Kredit di Pintek Turun
pintek
Fintech Pintek hadir dalam acara Edutech Expo & IIETSE 2020 pada Februari lalu.

Startup teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) pendidikan Pintek mencatat, pengajuan pinjaman di sektor pendidikan menurun. Penyebabnya, banyak siswa membatalkan rencana ikut kursus atau bimbingan belajar (bimbel) offline saat pandemi corona.

Apalagi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup lembaga kursus dan sekolah nonformal sejak pertengahan Maret lalu, guna menekan penyebaran virus corona. Pemerintah juga meniadakan ujian nasional (UN) untuk tingkat SMA, setingkat Madrasah Aliyah atau MA, SMP, setingkat Madrasah Tsnawiyah atau MTs, dan SD, setingkat Madrasah Ibtidaiyah atau MI.

Alhasil, pengguna layanan bimbel atau kursus online menurun. Begitu juga dengan pengajuan kredit di platform Pintek.

"Banyak siswa yang tidak jadi mengambil bimbel atau kursus offline pada masa pandemi," ujar Vice President of Commercial Pintek Patricia Sanjoto saat video conference, Kamis (30/4). 

(Baca: Sasar Sektor Pendidikan, Fintech Pintek Incar Pendanaan Tahun Ini)

Meski begitu, produk pinjaman terkait pendidikan oleh institusi meningkat. Sebab, mereka membutuhkan dukungan pendanaan saat masa pandemi virus corona. "Tentunya pihak sekolah perlu mempertimbangkan kesiapan dana," kata Patricia.

Salah satunya, kebutuhan dana untuk sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran online. "Buat laptop atau kebutuhan operasional, sekolah bisa salurkan pendanaannya," ujar dia.

Selama pandemi, semua proses penyaluran pinjaman dilakukan secara online. Begitu juga dengan proses verifikasi. Pintek menerapkan interview melalui telepon dengan calon peminjam.

(Baca: Fintech Pintek Prediksi Pinjaman untuk Pendidikan Naik Efek Corona)

Hingga saat ini, Pintek sudah menyalurkan pinjaman Rp 48 miliar baik kepada siswa maupun institusi. Setidaknya ada 3.000 lebih siswa dan 100 institusi yang mendapatkan pinjaman.

Pintek memang ingin memperkuat produk institusinya pada tahun ini. "Mereka (institusi pendidikan) butuh dana misalnya, untuk laboratorium atau infrastruktur lain,” kata Co-Founder Pintek Tommy Yuwono, beberapa waktu lalu.

Di masa pandemi Covid-19, rencana tersebut sudah dilaksanakan. (Baca: Startup Pintek Bidik Pendanaan Lembaga Pendidikan dan Layanan Syariah)

Perusahaan menyalurkan pinjaman mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 2 miliar kepada institusi. Sejauh ini, dana itu digunakan untuk membangun sarana dan prasarana sekolah. 

Pintek pun mencari peluang untuk masuk ke sektor pembiayaan syariah di tahun ini. Namun, Pintek masih menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyediakan layanan itu.

(Baca: Fintech Pintek Fokus Salurkan Pinjaman Pendidikan hingga Syariah)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait