PHK Puluhan Jurnalis, Microsoft Pakai Robot untuk Produksi Berita

Microsoft pecat puluhan jurnalis dan menggantinya dengan robot AI. Meski pendapatan dari iklan merosot, perusahaan mengklaim, PHK bukan karena pandemi.
Desy Setyowati
2 Juni 2020, 18:28
Pecat Puluhan Jurnalis, Microsoft Pakai Robot AI
ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato/pras/dj
Ilustrasi, robot humanoid Pepper, dikembangkan oleh SoftBank Group Corp, mendemokan cara check in di sebuah hotel Grup APA yang telah dirancang untuk menampung orang tanpa gejala dan mereka yang memiliki gejala ringan penyakit virus corona(COVID-19) untuk membebaskan tempat tidur rumah sakit dan meringankan pekerjaan perawat dan anggota staf, di Tokyo, Jepang, Jumat (1/5/2020).

Microsoft memecat puluhan jurnalis dan pekerja editorial. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini merupakan bagian dari upaya perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu untuk mendorong pemanfaatan mesin pintar atau kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di MSN.com dan browser Edge.

Teknologi tersebut juga akan diimplementasikan di bagian Microsoft News lainnya. Pekerja yang terdampak mayoritas di divisi pencarian, iklan, berita, Edge atau SANE.

"Seperti semua perusahaan, kami mengevaluasi bisnis secara teratur," kata juru bicara Microsoft dalam pernyataan resmi dikutip dari The Verge, akhir pekan lalu (31/5). “Ini dapat meningkatkan investasi di beberapa tempat, dari waktu ke waktu, penempatan kembali di tempat lain.”

Perusahaan menambahkan, PHK tidak terkait langsung pandemi virus corona. Walaupun, Microsoft mengakui bahwa bisnis media di seluruh dunia terpukul Covid-19 dari sisi pendapatan iklan yang merosot.

Advertisement

(Baca: New Normal, Kafe di Korsel Gunakan Robot untuk Layani Pelanggan)

PHK tersebut pertama kali dilaporkan oleh Business Insider. Seattle Times melaporkan, 50 produser berita kontrak akan kehilangan pekerjaan pada akhir Juni.

Sedangkan The Guardian melaporkan, sekitar 27 pekerja di Inggris dipecat. Keputusan ini diambil setelah Microsoft memutuskan untuk berhenti mempekerjakan manusia untuk membuat artikel di homepage mereka.

Microsoft telah berkecimpung dalam bisnis berita selama lebih dari 25 tahun, setelah meluncurkan MSN pada 1995. Hampir dua tahun lalu, Microsoft menyampaikan bahwa perusahaan memiliki lebih dari 800 editor yang bekerja dari 50 lokasi di seluruh dunia.

Perusahaan berencana mengadopsi AI secara bertahap untuk bagian Microsoft News dalam beberapa bulan terakhir. Teknologi ini akan bertugas memindai konten, lalu memproses dan menyeleksi.

Bahkan, AI akan digunakan untuk merekomendasikan foto yang akan ditayangkan oleh editor yang merupakan manusia. (Baca: Didanai Pemerintah, Ini Keahlian Robot Raisa Tangani Pasien Corona)

Beberapa jurnalis yang dipecat memperingatkan bahwa AI mungkin tidak sepenuhnya akrab dengan pedoman editorial yang ketat. "Saya menghabiskan seluruh waktu untuk membaca bagaimana otomatisasi dan AI akan mengambil semua pekerjaan kami,” kata salah seorang jurnalis dikutip dari BBC.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait