Permintaan Melonjak Saat Pandemi, Bukalapak Gaet Fintech Kredivo

Bukalapak gaet Kredivo untuk sediakan layanan cicilan sekali klik. Transaksi diklaim meningkat 30% karena fitur ini.
Image title
12 Juni 2020, 06:55
Permintaan Melonjak Saat Pandemi, Bukalapak Gaet Fintech Kredivo
ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Ilustrasi, karyawan menunjukkan fitur pembelian tiket Kereta Api (KA) Bandara pada aplikasi Bukalapak dengan menggunakan gawai saat perjalanan dari Stasiun BNI City menuju ke Stasiun Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Perusahaan e-commerce Bukalapak mencatatkan peningkatan permintaan selama pandemi corona. Salah satu unicorn Tanah Air ini pun menggandeng perusahaan teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) Kredivo untuk menyediakan layanan pembayaran dengan cicilan sekali klik atau Zero-click Checkout.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk membeli barang di e-commerce, tanpa perlu login atau pindah ke aplikasi lain. Saat proses checkout, pengguna hanya perlu memilih metode pembayaran Kredivo, sehingga barang langsung terbayar.

Pengguna juga dapat memilih pembayaran dalam 30 hari dengan bunga 0%. Bisa juga dengan mencicil selama setahun dengan bunga 2,95% per bulan.

(Baca: Riset Facebook: Belanja Online Bahan Pokok Tetap Tren Saat Normal Baru)

General Manager Kredivo Lily Suriani mengklaim, merchant yang mengadopsi fitur Zero-click Checkout akan mendapat keuntungan dari tingkat retensi dan nilai penjualan (gross merchandise value/GMV) yang lebih tinggi. "Pelanggan dapat mengaksesnya (pembayaran yang seamless) dengan cepat di manapun mereka berada," ujarnya dikutip dari siaran pers, Kamis (11/6). 

Berdasarkan riset McKinsey pada Mei lalu, aktivitas digital konsumen selama masa pandemi virus corona meningkat lebih dari 30%. Responden mengaku lebih sering memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memesan makanan secara online.

Sedangkan riset Kredivo bersama International Data Corporation (IDC) pada 2019 menunjukkan, friksi atau gangguan saat pembayaran menyebabkan tingkat abandoned cart di e-commerce Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Abandoned cart adalah kondisi di mana calon pembeli di toko online sudah memilih barang, namun tidak jadi melakukan check-out transaksi.

(Baca: Incar Pasar E-Commerce, Kredivo Luncurkan Layanan Pembayaran Tercepat)

Director of Payment, Fintech and Virtual Products Bukalapak Victor Lesmana mengatakan, perusahaan selalu mengedepankan kemudahan, keamanan dan kenyamanan transaksi para pengguna. Kerja sama dengan Kredivo merupakan bagian dari inovasi korporasi.

"Kami dedikasikan sebagai satu lagi solusi finansial yang memungkinkan transaksi berjalan dengan seamless, aman, cepat, dan mudah bagi total 92 juta pengguna kami," ujar Victor.

Bukalapak menyebutkan, 50% transaksi melalui pembayaran Kredivo di platform-nya menggunakan fitur Zero-click Checkout. Hal ini mendorong tingkat keberhasilan transaksi 30%.

(Baca: Bukalapak Gaet GrabKios Salurkan Produk Digital di 5 Juta Agen Warung)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait