Bos Facebook ‘Jijik’ Atas Unggahan Trump, tapi PHK Pegawai yang Kritik

CEO Facebook dan istrinya mengaku 'jijik' terhadap unggahan Donald Trump terkait Floyd. Namun, karyawan yang mengkritik kebijakan perusahaan dipecat.
Desy Setyowati
15 Juni 2020, 14:28
Bos Facebook ‘Jijik’ Atas Unggahan Trump, tapi PHK Pegawai yang Kritik
Alex Edelman/ZUMA Wire/dpa
CEO Facebook Mark Zuckerberg

CEO Facebook Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan mengaku ‘jijik’ dengan pernyataan Donald Trump perihal kerusuhan atas kematian George Floyd. Namun, Zuckerberg juga memecat karyawan yang mengkritik kebijakan perusahaan, karena tak memberikan ‘sanksi’ atas unggahan Presiden Amerika Serikat (AS) itu.

"Kami sangat terguncang dan jijik dengan retorika yang memecah belah dan menghasut dari Presiden Trump, saat bangsa kita sangat membutuhkan persatuan," tulis Zuckerberg dan Chan yang ditujukan untuk ilmuwan, dikutip dari CNN Internasional akhir pekan lalu (12/6).

Zuckerberg dan istrinya memiliki organisasi nirlaba, Chan Zuckerberg Initiative (CZI) yang mendanai beberapa ilmuwan. Namun, sekitar 140 ilmuwan yang didanai itu, mengirimkan surat kepada Zuckerberg terkait kebijakan Facebook, pada pekan lalu.

(Baca: Dikritik Ilmuwan-Karyawan soal Trump, CEO Facebook Janji Ubah Aturan)

Advertisement

Mereka kecewa terhadap Facebook yang tak memberikan label maupun menghapus unggahan Trump yang berbunyi, “ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai”. Mereka menilai, konten yang tidak diperiksa akurasi faktanya, dapat mengakibatkan kebingungan dan ketidakpercayaan para ahli.

Zuckerberg dan istrinya pun membalas surat tersebut. Isi surat itu diungkap oleh salah seorang ilmuwan Jason Shepherd kepada CNN Internasional.

"Ini merupakan titik perubahan yang sangat menyakitkan dalam kisah bangsa kita, terutama bagi komunitas dan kolega kulit hitam, yang telah hidup dengan dampak rasisme sistemik selama beberapa generasi,” sambung Zuckerberg dan istrinya, dalam surat tersebut.

Akan tetapi, Facebook baru-baru ini memecat karyawan yang mengkritik kebijakan perusahaan terkait unggahan Trump. Pegawai yang dipecat yakni Brandon Dail, Interface Engineer Facebook di Seattle, AS.

(Baca: Facebook Pecat Karyawan Pengkritik Zuckerberg Terkait Unggahan Trump)

Melalui akunnya di Twitter, Dail mengaku dipecat Facebook karena memarahi kolega yang secara terbuka menolak untuk mendukung gerakan Black Lives Matter.

Perusahaan pun mengonfirmasi pemecatan Dail kepada New York Times. Namun, Facebook menolak untuk memberikan informasi tambahan.

Facebook hanya mengatakan bahwa selama pemogokan kerja berlangsung, karyawan yang berpartisipasi tidak akan mendapatkan hukuman. (Baca: Mark Zuckerberg Tak ‘Sanksi’ Trump, 600 Pegawai Facebook Mogok Kerja)

Di satu sisi, Zuckerberg berjanji akan mengubah kebijakan perusahaan terkait konten yang diunggah pengguna di Facebook, WhatsApp maupun Instagram, pada pekan lalu. Utamanya, akan berfokus pada keadilan rasial.

Kebijakan yang akan ditinjau ulang yakni bagaimana perusahaan memperlakukan konten yang berhubungan dengan polisi atau pasukan negara. Selain itu, terkait bagaimana perusahaan memperlakukan konten di negara-negara yang tengah terjadi kerusuhan sipil atau konflik kekerasan.

"Mengingat sejarah sensitif di AS, ini patut mendapat pertimbangan khusus," tulis Zuckerberg melalui memo yang ditujukan kepada karyawan, dikutip dari CNBC Internasional, pekan lalu (8/6). (Baca: Tak Hapus Status Trump Soal Kerusuhan, Bos Facebook Dikritik Pegawai)

Facebook juga akan meninjau kembali bagaimana perusahaan dapat memoderasi konten. “Saat ini, Facebook dapat membiarkan konten naik atau turun,” kata Zuckerberg.

(Baca: Tak Hapus Status Trump Soal Kerusuhan, Bos Facebook Dikritik Pegawai)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait