GoPay Ungkap Tiga Strategi Sambut Normal Baru

Fintech besutan Gojek, GoPay ungkap tiga strategi untuk menyambut normal baru. Siasat ini berfokus pada protokol kesehatan.
Cindy Mutia Annur
16 Juni 2020, 08:00
GoPay Ungkap Tiga Strategi Sambut Normal Baru
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, Gopay

Perusahaan teknologi finansial (fintech) pembayaran besutan Gojek, GoPay menyiapkan tiga strategi untuk menyambut normal baru (new normal). Apalagi, transaksi offline diprediksi meningkat seiring 80 mal di DKI Jakarta yang kembali dibuka pekan ini.

Strategi pertama, mendorong inovasi yang mengacu pada protokol kesehatan. Kedua, berfokus meningkatkan kualitas layanan secara online dan offline

"Akan ada contactless payment saat normal baru ini. Jadi ini juga bakal kami terus ke depankan,” kata SVP Marketing GoPay Timothius Martin saat konferensi pers secara virtual, Senin (15/6).

Terakhir, mendorong keandalan (reliability) dari sistem keamanan GoPay. Hal ini guna menjaga kepercayaan konsumen terhadap layanan perusahaan di tengah pandemi corona. “Fitur, layanan, dan keamanan akan selalu jadi bahan utama untuk melengkapi kebutuhan masyarakat saat normal baru nanti," ujar Timothius.

Advertisement

(Baca: Asosiasi Modal Ventura Respons Kabar OVO dan DANA Sepakat Merger)

Perusahaan mencatatkan peningkatan transaksi di platfrom Gojek per akhir Mei lalu. Di luar platform, pembayaran transaksi e-commerce, pembelian item gim, donasi dan pembayaran Zakat melonjak.

Saat ini, Gojek memiliki pengguna lebih dari 170 juta di Asia Tenggara. Sekitar 50% dari transaksi di platform Gojek menggunakan layanan GoPay. Selain itu, lebih dari setengah juta mitra penjual yang menerima layanan pembayaran GoPay.

Bahkan, 100 ribu UMKM bergabung dengan ekosistem Gojek dalam tiga bulan di tengah pandemi Covid-19. Padahal, sebelumnya perusahaan butuh waktu dua tahun untuk menggaet 500 ribu UMKM.

Hal itu menunjukkan bahwa semakin banyak UMKM yang merambah layanan digital akibat pandemi corona. (Baca: Fase New Normal, UMKM Jadi Medan Perang Baru Gojek dan Grab)

“Apa yang ingin kami lakukan yakni membantu pedagang melewati masa krisis ini. Apakah itu dengan menyediakan layanan pesan-antar makanan, logistik, pembayaran, dan bahkan akses ke platform,” kata CEO GoPay Aldi Haryopratomo saat wawancara dengan jurnalis CNBC Internasional Saheli Roy Choudhury, akhir pekan lalu (11/6).

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait