Geser Jack Ma, Orang Terkaya ke-2 Tiongkok Lepas Jabatan CEO Pinduoduo

Pendiri Pinduoduo Colin Huang baru saja menggeser Jack Ma, menjadi orang terkaya kedua di Tiongkok. Tetapi, ia mengundurkan diri dari posisi CEO.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
5 Juli 2020, 09:05
Geser Jack Ma, Orang Terkaya Kedua di Tiongkok Lepas Jabatan CEO
Pinduoduo
Ilustrasi perusahaan e-commerce Tiongkok, Pinduoduo

Pendiri Pinduoduo Colin Huang menggeser posisi Jack Ma sebagai orang terkaya kedua di Tiongkok pada akhir Juni lalu. Namun, pria berusia 40 tahun ini justru melepas jabatannya sebagai CEO di Pinduoduo.

Huang juga melepas sebagian sahamnya di perusahaan yang ia dirikan pada September 2015 ini. Alhasil, kepemilikan sahamnya turun dari 43,3% menjadi 29,4%.

Meski begitu, ia akan berfokus menentukan strategi jangka panjang perusahaan sebagai ketua dewan direksi. Mantan pegawai Google itu juga tetap mempertahankan hak suara mayoritas dari Pinduoduo 80,7%.

"Saya akan mundur dari manajemen operasional perusahaan. Saya bakal bekerja dengan tim yang relevan dan dewan direksi strategi jangka panjang,” kata Huang melalui surat yang ditujukan untuk karyawan, dikutip dari Asia Nikkei Review, akhir pekan lalu (3/7).

(Baca: Harga Saham Tencent Lampaui Alibaba, Kekayaan Jack Ma Digeser Bos PUBG)

Co-founder sekaligus Chief Technology Officer (CTO) Chen Lei akan mengambil alih posisi Huang sebagai CEO. Sedangkan Ma Jing, sebelumnya memegang bisnis Chanel China, akan bergabung sebagai wakil presiden keuangan.

"Saya berharap bahwa melalui perubahan manajemen, kita dapat secara bertahap menyerahkan lebih banyak tugas dan tanggung jawab manajerial kepada kolega muda. Memberi ruang dan peluang bagi tim untuk tumbuh, dan mendorong Pinduoduo untuk menjadi perusahaan yang lebih matang dengan semangat kewirausahaan yang berkelanjutan," katanya.

Pinduoduo bergerak di bidang e-commerce. Perusahaan ini juga terdaftar di Nasdaq dengan kapitalisasi pasar US$ 102 miliar.

Yang berbeda dari Pinduoduo, konsumen dapat berbelanja bersama kerabat dengan mengirimkan tautan. Semakin banyak yang membeli produk melalui tautan yang sama itu, maka harganya semakin rendah.

(Baca: Jack Ma Pensiun, Daniel Zhang Akan Pimpin Alibaba Tahun Depan)

Dengan skema itu dan meningkatnya penggunaan di tengah pandemi corona, harga saham perusahaan naik lebih dari dua kali lipat sejak Maret. Alhasil, kekayaan Colin Huang melonjak.

Berdasarkan Forbes Real-Time Bilioner Index, kekayaan Colin Huang mencapai US$ 45,4 miliar atau sekitar Rp 644 triliun. Ia pun menduduki posisi kedua orang terkaya di Tiongkok.

Sedangkan Jack Ma menempati urutan ketiga dengan kekayaan US$ 43,9 miliar atau Rp 622,7 triliun. Posisi pertama ditempati oleh CEO Tencent Ma Huateng yang kekayaannya mencapai US$51,5 miliar atau Rp 730,53 triliun. 

Meski pengguna dan transaksi di Pinduoduo terus meningkat, perusahaan belum menghasilkan keuntungan sejak melantai di bursa saham alias go-public. Eksekutif di Adamas Asset Management di Hong Kong Brock Silvers meragukan kinerja Pinduoduo bakal tumbuh stabil, dengan skema subsidi kepada konsumen.

"JD.com atau Alibaba sepertinya memiliki investasi jangka panjang yang lebih baik." Silvers. (Baca: Berkat PUBG, CEO Tencent Geser Jack Ma Jadi Orang Terkaya di Tiongkok)

Pinduoduo memiliki hampir 630 juta pembeli secara tahunan. Perusahaan diperkirakan menghabiskan 7,3 miliar yuan atau US$ 1,03 miliar untuk biaya penjualan dan pemasaran, termasuk subsidi pada kuartal pertama tahun ini.

Biaya penjualan dan pemasaran itu melebihi pendapatan yang hanya 6,5 miliar yuan. Alhasil, rugi bersih Pinduoduo melonjak dari 1,9 miliar yuan pada kuartal I 2019 menjadi 4,1 miliar yuan pada periode sama tahun ini.

(Baca: Makin Kaya, Harta Bos Amazon Sentuh Rekor Baru Rp 2.508 Triliun)

Video Pilihan

Artikel Terkait