Resep Pemerintah Mencetak Unicorn Baru di Tengah Pandemi Corona

Jokowi menargetkan ada tiga unicorn baru hingga 2024. Kemenparekraf gaet 40 startup untuk diberikan pelatihan dan akses pendanaan.
Image title
7 Juli 2020, 18:39
Strategi Pemerintah Ciptakan Unicorn Baru di Tengah Pandemi Corona
kemenparekraf
(ki-ka) Presiden Coworking Indonesia/CEO KUMPUL Faye Alund, Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Josua Puji Mulia Simanjuntak, Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam, dan Co-Founder sekaligus Chief Marketing Officer tiket.com Gaery Undarsa pada hari ini (7/7).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan Indonesia memiliki tiga unicorn baru hingga 2024. Untuk mencapai target itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menggelar program akselerasi bagi 40 startup di tengah  pandemi corona.

Unicorn merupakan sebutan bagi startup bervaluasi lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Indonesia memiliki empat unicorn yakni Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan OVO.

Indonesia juga memiliki satu decacorn yakni Gojek. Decacorn memiliki valuasi melebihi US$ 10 miliar atau setara Rp 140 triliun.

"Pemerintah ingin menumbuhkan startup replikasi unicorn dan decacorn itu. Jangan hanya menjadi pasar," kata Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Josua Puji Mulia Simanjuntak saat konferensi pers secara virtual, Selasa (7/7).

Advertisement

(Baca: Jokowi Ingin Tiga Unicorn Baru, Menteri Kominfo Siapkan Empat Strategi)

Oleh karena itu, Kemenparekraf kembali menggelar Baparekraf for Startup (BEKUP). Kementerian akan menyaring 40 perusahaan rintisan melalui program akselerasi.

Josua menilai, Indonesia mempunyai potensi besar untuk menciptakan unicorn dan decacorn baru. Sebab, pengguna internet mencapai 171,2 juta atau 64,8% dari total penduduk.

Selain itu, pandemi Covid-19 mendorong masyarakat beralih ke layanan digital. Ia menilai kondisi ini menjadi momentum untuk meningkatkan valuasi startup, karena transaksi terus meningkat.

"Digitalisasi sudah mulai bergerak, orang didorong dan dipaksa masuk ke ekosistem digital. Hal ini juga membuat kami merasa penting untuk meneruskan program akselerasi startup," kata Josua. 

(Baca: Dongkrak Transaksi, Gim dan Live Streaming Jadi Tren Baru E-Commerce)

Program BEKUP sebenarnya sudah digelar sejak 2016. Selama empat tahun terakhir, kementerian mengakselerasi 390 pre-startup di 15 kota di seluruh Indonesia.

Tahun ini, kementerian akan memilih 40 perusahaan rintisan untuk mengikuti program akselerasi tersebut. "Ojek itu kan sudah ada sebelum Gojek. Tapi kemudian, datang seorang Nadiem Makarim (Co-founder Gojek), anak muda yang menawarkan solusi," kata Josua. 

Gojek terus berkembang hingga menjadi decacorn saat ini. "Yang ditawarkan oleh Nadiem itu yang ingin kami sediakan juga melalui BEKUP," ujarnya. "Kami ingin anak muda brilian menawarkan solusi, khususnya di industri kreatif dan pariwisata.”

(Baca: Kominfo Isyaratkan Unicorn & Decacorn Baru 2020, Ini Startup Potensial)

Tahun ini, BEKUP akan digelar di lima kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, dan Makassar. Sebanyak 40 startup terpilih akan dibimbing intensif oleh lebih dari 110 mentor selama sebulan.

Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf Neil El Himam mengatakan, startup yang selesai mengikuti program BEKUP akan difasilitasi untuk mendapatkan pendanaan. "Nanti kami hubungkan ke modal ventura dan lainnya," katanya.

Pendaftaran BEKUP dibuka di Jakarta pada 20 Juli, lalu dilakukan di kota lain. Lebih dari 500 startup ditargetkan berpartisipasi dalam program BEKUP 2020.

(Baca: 24 Startup Indonesia Dapat Pendanaan meski Ada Pandemi Corona)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait