Tutup GoFood Festival, Gojek Target Buat 100 Dapur Bersama

Gojek menyetop layanan GoFood Festival akibat pandemi corona. Kini, Gojek membangun Dapur Bersama yang ditargetkan ada di 100 lokasi hingga akhir 2020.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
9 Juli 2020, 13:31
Tutup GoFood Festival, Gojek Bidik 100 Dapur Bersama hingga Akhir 2020
Go-Jek
Ilustrasi GoFood Festival

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Gojek menyetop layanan pujasera GoFood Festival akibat pandemi corona. Kini, decacorn Tanah Air itu menargetkan bisa membuat 100 Dapur Bersama atau cloud kitchen hingga akhir tahun ini, guna memfasilitasi mitra penjual GoFood.

Layanan cloud kitchen sudah dikembangkan Gojek sejak akhir tahun lalu. Bedanya dengan GoFood Festival, konsumen tidak bisa membeli dan menikmati makanan maupun minuman di Dapur Bersama. Produk hanya bisa dipesan secara online.

Perusahaan penyedia layanan on-demand itu telah menyediakan 27 Dapur Bersama saat ini. “Kalau semua lancar, semestinya akhir tahun bisa 100 lokasi,” kata co-CEO Gojek Andre Soelistyo saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/7).

(Baca: Fokus pada 3 Bisnis Inti, Gojek Akan Setop GoLife dan GoFood Festival)

Dapur Bersama itu sudah hadir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Medan dan Bandung. Gojek ingin memperluas cakupan cloud kitchen ini ke daerah lain secara bertahap.

Andre berharap, Dapur Bersama membantu mitra penjual GoFood untuk memperluas pasar meskipun GoFood Festival ditutup. “Ini bisa meningkatkan volume (penjualan) atau kesempatan untuk mendapatkan demand, yang kalau offline itu susah,” ujar dia.

Dibandingkan GoFood Festival, penyediaan Dapur Bersama lebih murah bagi Gojek. Sebab, layanan ini tak harus hadir di lokasi yang ramai dengan biaya sewa yang mahal.

(Baca: GoFood Festival Ditutup, Gojek Andalkan Dapur Bersama dengan Mitra)

Gojek mengandalkan insight dari data yang dikelola guna menentukan lokasi yang banyak peminatnya. Mitra yang bergabung di Dapur Bersama pun disesuaikan dengan permintaan pelanggan di sekitar lokasi.

“Kalau pujasera lokasinya harus strategis, jadi biayanya lebih mahal. Sedangkan Dapur Bersama, di pinggiran sedikit tidak masalah. Jadi untuk sewanya lebih murah,” kata dia.

Dari sisi penjualan, transaksi di Dapur Bersama lebih tinggi ketimbang layanan makan di tempat seperti GoFood Festival selama pandemi Covid-19. “Dulu, delivery hanya 20-30%. Sekarang bisa 70-80%. Jadi penjualan dengan delivery jauh lebih efisien,” ujar Andre.

Untuk menyediakan layanan Dapur Bersama, Gojek berkolaborasi dengan startup restoran berbasis komputasi awan atau cloud kitchen asal India, Rebel Foods. Kedua perusahaan ini pun membentuk badan usaha baru bernama PT Rebel GoFood Indonesia.

Gojek juga berinvestasi US$ 5 juta atau sekitar Rp 70 miliar di Rebel Foods pada Juli 2019 lalu. Dalam putaran pendanaan seri D ini, Rebel mengumpulkan dana US$ 125 juta dari Goldman Sachs, Sequoia Capital, Gojek, dan modal ventura lainnya. 

(Baca: Gojek Investasi Rp 70 M di Startup Restoran Delivery Rebel Foods India)

Reporter: Desy Setyowati

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait