Peluang Investasi ke Startup ketika Indonesia di Ambang Resesi

Investor mencermati dampak melambatnya pertumbuhan ekonomi terhadap kinerja startup. Namun, ada pertimbangan lain dalam berinvestasi di startup.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
23 Juli 2020, 15:31
Indonesia di Ambang Resesi, Investasi ke Startup Akan Turun?
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.
Ilustrasi, karyawan menghitung uang rupiah di Bank Mandiri Syariah, Jakarta, Senin (18/5/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Beberapa analis dan perusahaan riset memperkirakan, Indonesia berada di ambang resesi akibat pandemi corona. Namun, kondisi ini belum tentu mengurangi minat investor untuk menanamkan modalnya di startup.

CEO Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro mengatakan, modal ventura cenderung melihat data per sektor. Ada beberapa sektor startup yang justru kebanjiran permintaan layanan, transaksi, dan pelanggan baru di tengah pandemi Covid-19.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang diprediksi  minus 5% (kuartal II). Tapi, layanan terkait e-commerce kan rata-rata naik. Begitu juga startup pendidikan (edutech) dan kesehatan (healthtech)," kata Eddi kepada Katadata.co.id, Selasa (21/7).

Proyeksi pertumbuhan ekonomi itu merujuk pada prediksi Morgan Stanley. Datanya bisa dilihat pada Tabel di bawah ini:

Negara Kuartal I Kuartal II* Kuartal III* Kuartal IV*
Indonesia 2,97% -5% -1,50% -0,5%
Singapura -0,3% -12,6% n/a n/a
Malaysia 0,7% -13% -6% -1,6%
Filipina -0,2% -14% -4,50% -0,5%
Thailand 1,8% -1% -2% -0,6%
Asia Tenggara 1,2% -8,9% -3,3% -0,8%

(*) proyeksi

Sumber: Morgan Stanley

Resesi merupakan penurunan kinerja ekonomi yang berlangsung selama beberapa bulan dalam setahun. Negara tetangga yang masuk ke dalam jurang resesi yakni Singapura dan Korea Selatan.

Meski begitu, melambatnya pertumbuhan ekonomi memang bisa berdampak pada penurunan daya beli. "Terutama pada segmen Business to Consumer (B2C). Yang Business to Business (B2B) juga akan terdampak tapi tergantung sektor industrinya," katanya.

Ketua Asosiasi Modal Ventura Indonesia (Amvesindo) Jefri Sirait juga mengatakan, investor mencermati pertumbuhan ekonomi yang terpukul pandemi Covid-19. “Lebih bijaksana dalam berinvestasi," kata dia.

Sebab, perusahaan rintisan di sejumlah sektor terpukul pandemi virus corona. "Tidak boleh cepat dalam mengambil keputusan. Bukan berarti ragu," ujarnya.

Apalagi, kasus positif corona di Indonesia terus bertambah. Datanya, bisa dilihat pada Databoks di bawah ini:

 

Ia khawatir, kondisi tersebut akan membuat daya beli masyarakat terus menurun. Hal ini tentu akan berdampak pada bisnis startup.

"Jumlah orang terkena Covid-19 semakin banyak. Permintaan (demand) layanan masih lemah jika terus begini dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," ujarnya.

Sejak awal tahun ini, tercatat 56 startup dari beragam sektor mendapatkan pendanaan. Investor yang menanamkan modalnya pun dari beberapa negara, mulai dari Quona Capital dan Accion Venture Lab dari Amerika Serikat (AS) hingga lokal seperti East Ventures.

Sektor yang paling banyak mendapatkan pendanaan yakni perusahaan teknologi finansial pembiayaan (fintech lending), pendidikan, dan e-commerce.

Namun, beberapa analis memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia negatif pada kuartal II. "Indonesia sudah di depan mata masuk resesi. Resesi menjadi kenormalan baru saat Covid-19 karena melanda semua negara," kata Kepala Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah Redjalam dalam acara DBS Asian Insights Conference 2020: Navigating a Brave New World-Katadata, beberapa waktu lalu (16/7).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menghitung, ada kemungkinan Indonesia masuk jurang resesi. Hal ini jika kontraksi ekonomi terus terjadi hingga kuartal III 2020. Pdertumbuhan ekonomi diprediksi minus 1,6% hingga tumbuh 1,4% pada periode ini.

“Kita bisa resesi kalau kuartal III negatif. Namun, kami coba pertahankan di atas 0%,” katanya saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR, akhir bulan lalu (22/6).

Covid-19 Hantam Perusahaan Digital
Covid-19 Hantam Perusahaan Digital (Katadata)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait