Tembus Rp 150 Juta Lagi, Harga Bitcoin Diprediksi Capai Rp 233 Juta

Harga bitcoin tembus US$ 10.000 untuk ketiga kalinya sejak awal tahun ini. Harganya diprediksi mencapai US$ 16.000 per koin.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
27 Juli 2020, 15:05
Tembus Rp 150 Juta Lagi, Harga Bitcoin Diprediksi Capai Rp 233 Juta
Katadata
Ilustrasi bitcoin

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Harga mata uang digital (cryptocurrency) jenis bitcoin sempat menyentuh US$ 10.299 atau Rp 150 juta per koin pada hari ini. Analis menilai, harganya berpotensi terus meningkat hingga US$ 16.000 atau Rp 233 juta tahun ini.

Berdasarkan laman Coindesk, harganya berada di level US$ 10.228 atau Rp 149 juta per Pukul 14.41 WIB. Harga mata uang digital itu naik 3,3% dalam 24 jam, dan 11% selama sepekan.

Harga bitcoin yang tembus di atas US$ 10.000 itu merupakan ketiga kalinya sejak awal tahun ini. Pertama kali pada awal Mei, lalu Juni.

Cointelegraph melaporkan, analis memperkirakan harganya terus meningkat. Ada yang memprediksi bisa menembus US$ 11.000, US$ 14.000 dan bahkan US$ 16.000.

Kepala pengembangan bisnis di platform pertukaran cryptocurrency Luno, Vijay Ayyar mengatakan, pemain besar tengah berdebat untuk menjual bitcoin ke investor retail atau tidak. Hal ini membuat harganya sempat turun.

Lalu, para pemain besar berencana membeli lebih banyak aset digital itu. Ini bertujuan agar harga bitcoin terus meningkat.

“Apa yang kami beberkan yakni potensi akumulasi ulang oleh pemain besar, bergabung dengan pedagang yang lebih kecil untuk mendorong harga bitcoin lebih dari US$ 10.000 dan US$ 10.500,” kata Ayyar dikutip dari CNBC Internasional, Senin (27/7).

Jika harga bitcoin tembus US$ 10.500 per koin, ia optimistis harganya akan terus meroket hingga US$ 15.000. “Semua tanda menunjukkan itu pada saat ini,” kata dia.

Peningkatan harga bitcoin itu karena investor khawatir terhadap penambahan kasus positif Covid-19 di dunia. Mereka juga terus mencermati perkembangan vaksin virus corona.

Kondisi itu membuat bank sentral di banyak negara memberikan stimulus. Hal ini mendorong harga emas dan bitcoin terus meningkat.

“Pemerintah di negara-negara besar mendeklarasikan paket-paket stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kita akan melihat momentum bullish lanjutan di seluruh pasar, termasuk ekuitas dan emas. Bitcoin dan mata uang digital lainnya akan mengikuti,” ujar Ayyar.

 

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait