Startup Milik Grup Salim Digitalisasi Pedagang Pasar Saat Pandemi

Pedagang pasar rentan terpapar virus corona. Startup milik Salim Group menghubungkan pedagang di Pasar Bintaro dengan konsumen.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
29 Juli 2020, 19:53
Startup Milik Salim Group Digitalisasi Pedagang Pasar Saat Pandemi
ANTARA FOTO/Audy Alwi
Chief Executive Officer (CEO) Youtap Indonesia Herman Suharto menggunakan sensor smartphone, menunjukkan proses perekaman data produk saat peluncuran platform digital Youtap Indonesia, di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Startup digitalisasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Youtap Indonesia menghubungkan pedagang di Pasar Bintaro dengan konsumen, melalui layanan berbasis teknologi. Jumlah mitranya (merchant) pun meningkat 22% sejak penerapan tatanan kebiasaan atau normal baru (new normal).

Perusahaan rintisan besutan Grup Salim dan Youtap Singapura itu menggelar program InHome Delivery and Order. Melalui program ini, warga di Perumahan Graha Bunga dapat berbelanja dari pedagang di Pasar Segar Bintaro tanpa bertatap muka.

Youtap memfasilitasi konsumen yang ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus ke pasar. Perusahaan juga mengoordinasikan layanan pengiriman barangnya.

Hanya, CEO Youtap Indonesia Herman Suharto tidak memerinci proses digitalisasi pedagang pasar tersebut. Selain itu, ia tidak menjelaskan apakah layanan itu akan diperluas ke wilayah lain.

Ia hanya menyampaikan bahwa inovasi yang mendukung protokol kesehatan akan dilakukan di daerah lain. “Maka, kita bisa mewujudkan ekosistem pedagang dan pelanggan yang tangguh secara lebih merata,” kata Herman, dikutip dari siaran pers, Rabu (29/7).

Youtap mengembangkan platform untuk digitalisasi UMKM dan menerima transaksi non-tunai melalui e-money. Selain itu, Youtap menyediakan layanan sistem kasir (point of sales/POS) bagi UMKM.

Hingga April lalu, YouTap memiliki 1.000 merchant di Jakarta, Cirebon dan Jogja. Tahun ini, perusahaan menargetkan bisa menggaet 1 juta mitra.

Transaksi secara non-tunai pun melonjak 129% selama 16-22 Maret dibanding hari biasa. Sebanyak 65% mitra tidak menerima pembayaran kas saat pandemi corona.

Perusahaan mencatat, kenaikan jumlah mitra yang mengadopsi pembayaran non-tunai naik dari 17% pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi 22% saat ini. "Sejak awal, kami berupaya membantu merchant beradaptasi selama masa pandemi Covid-19 ," ujarnya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait