BRI Ventures Berinvestasi di Startup Fintech Ayoconnect

Startup Ayoconnect berencana membangun jaringan tagihan terbesar di Indonesia. Perusahaan juga akan menambah jumlah pegawai.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
5 Agustus 2020, 12:30
BRI Ventures Berinvestasi di Startup Agregator Pembayaran Ayoconnect
ayoconnect
(Ki-Ka) CFO Ayoconnect Alex Jatra, Co-Founder & CEO Ayoconnect Jakob Rost, Co-Founder & COO Ayoconnect Chiragh Kirpalani.

Ayoconnect mengumumkan pendanaan Pra-Seri B senilai US$ 5 juta atau sekitar Rp 72,9 miliar dari investor strategis global. Perusahaan teknologi finansial (fintech) itu telah mengumpulkan dana segar lebih dari US$ 10 juta atau sekitar Rp 145,7 miliar dari sejumlah penanam modal, salah satunya BRI Ventures.

Selain itu, perusahaan internet Kakaku.com, Inc. dan Brama One Ventures terlibat dalam putaran pendanaan tersebut. Investor awal (existing investor) seperti spesialis fintech global Finch Capital dan Amand Ventures juga berpartisipasi.

“Kami mengharapkan kemitraan yang solid dengan investor sebelumnya dan yang baru. Ini sejalan dengan visi Ayoconnect untuk membentuk ekosistem penagihan Indonesia menjadi satu jaringan terpusat,” ujar Co-Founder sekaligus CEO Ayoconnect Jakob Rost dikutip dari siaran pers, Rabu (5/8).

Ayoconnect merupakan fintech dengan model Business to Business (B2B). Startup ini menghubungkan perusahaan penyedia layanan listrik, air, telekomunikasi, institusi pendidikan, dan lainnya, dengan mitra pembayaran online dan offline seperti Indomaret, Pos Indonesia, dan sejumlah institusi keuangan.

Perusahaan yang sebelumnya bernama Ayopop itu menawarkan lebih dari 2.500 produk tagihan dari 20 kategori.

Tambahan modal itu akan digunakan untuk membangun jaringan tagihan (open bill network) terbesar di Indonesia. Dengan begitu, Ayoconnect bisa menawarkan solusi ‘one Application Programming Interface (API)’. API merupakan perangkat lunak yang mengizinkan dua aplikasi terhubung satu sama lain.

Integrasi itu dinilai bisa mengatasi rendahnya margin keuntungan dan tingginya biaya overhead bagi mitra pembayaran. Selain itu, dapat memastikan adanya standardisasi, pengembangan jaringan, dan kesuksesan transaksi oleh kedua belah pihak.

Ayoconnect telah memproses lebih dari 40 juta pembayaran melalui 600 perusahaan penyedia tagihan dan 40 mitra pembayaran per bulan lalu. Beberapa korporasi yang digaet seperti DANA, LinkAja, Pos Indonesia, BRI, Bank Permata, Bukalapak, Lazada, dan Pegadaian.

Jumlah transaksi perusahaan juga tercatat meningkat 400% selama semester I 2020. “Pendanaan Pra-Seri B ini akan digunakan untuk investasi dalam teknologi dan pengembangan jaringan kemitraan,” kata Jakob.

Co-Founder sekaligus COO Ayoconnect Chiragh Kirpalani menambahkan, perusahaan akan tetap berfokus pada layanan pembayaran tagihan ke depan. Selain itu, menyediakan solusi dengan nilai tambah bersama dengan mitra.

Ayoconnect juga berencana menambah jumlah pegawai menjadi dua kali lipat. Saat ini, perusahaan memiliki hampir 100 karyawan.

CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengatakan, teknologi pembayaran tagihan memainkan peran penting dalam berbagai industri vertical, yang saat ini belum terlayani. “Ada kesempatan perkembangan yang besar dalam digitalisasi pada sektor-sektor itu,” katanya.

 

 

Video Pilihan

Artikel Terkait