Google Pilih Tiga Startup Indonesia untuk Mengikuti Program Akselerasi

Tiga startup Indonesia berhasil mengalahkan 600 perusahaan lainnya yang mendaftar pada program akselerasi dari Google.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
6 Agustus 2020, 12:19
Google Pilih Tiga Startup Indonesia untuk Mengikuti Program Akselerasi
Arief Kamaludin (Katadata)
Ilustrasi Google

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Google menyelenggarakan program akselerasi bertajuk Google for Startups Accelerator: Southeast Asia. Ada tiga startup Indonesia yang lolos dan akan mengikuti program ini.

Ketiga perusahaan rintisan itu yakni Hacktiv8, Kata.ai, dan Riliv. Mereka akan bergabung bersama 12 startup Asia Tenggara lainnya yang lolos seleksi di antara 600 lebih pendaftar.

Mereka akan menerima bimbingan tentang cara menghadapi tantangan teknis dan bisnis dari Google, selama tiga bulan. Program pelatihan intensif akan dimulai pada 7 September nanti.

"Kami juga akan menghubungkannya dengan tim dari Google dan industri teknologi yang lebih luas," kata Developer Relations Startup Program Manager Google Thye Yeow Bok dalam siaran persnya pada Rabu (5/8).

Google juga menyediakan lokakarya yang berfokus pada perancangan produk, layanan pelanggan, dan pengembangan kepemimpinan untuk pendiri startup.

Salah satu perusahaan Tanah Air yang mengikuti program itu, Hacktiv8 merupakan sekolah pemrogaman (coding) berbentuk bootcamp. Startup ini melatih para pengembang (developer) pemula, mendukung mereka dalam mencari pekerjaan, dan menyediakan pinjaman pendidikan.

Di awal tahun ini, Hacktiv8 mendapatkan pendanaan yang dipimpin perusahaan modal ventura, East Ventures. Nilai pendanaan pra-seri A itu sebesar US$ 3 juta atau sekitar Rp 41,1 miliar.

Selain East Ventures, investor lain yang terlibat yakni Sovereign's Capital, SMDV, Skystar Capital, Convergence Ventures, RMKB Ventures, Prasetia, dan Everhaus.

Sedangkan Kata.ai mengembangkan platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk percakapan alias chatbot. Chatbot dari Kata.ai mengerti bahasa sehari-hari, seperti slang hingga singkatan.

Terakhir, Riliv yang menyediakan aplikasi konseling untuk membantu pengguna mengatasi masalah kesehatan mental. Startup yang didirikan pada 2015 ini juga memiliki layanan meditasi online Hening.

Sedangkan startup lain yang mengikuti program akselerasi Google berasal dari beragam bidang. Dari Filipina yakni Advance dan Rumarocket. Lalu dari Singapura, ada SenzeHub, Shoplinks, dan Smartfuture.

Kemudian dari Vietnam yaitu Thuocsi.vn dan TopCV. Lalu dari Pakistan, ada DeafTawk, Walee, dan Sehat Kahani. Kemudian, GIZTIX dari Thailand dan MHub dari Malaysia.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Video Pilihan

Artikel Terkait