Sidang Peretas Akun Twiter Obama hingga Apple Disusupi Video Porno

Remaja berusia 17 tahun diduga meretas akun Twitter Barack Obama, Bill Gates hingga Jeff Bezos. Sidang peretas ini disusupi video porno.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
6 Agustus 2020, 13:35
Sidang Peretas Akun Twiter Obama hingga Apple Disusupi Video Porno
YouTube
Ilustrasi Twitter

Remaja asal Amerika Serikat (AS), Graham Ivan Clark menjalani persidangan atas dugaan peretasan terhadap ratusan akun Twitter, termasuk Barack ObamaBill GatesApple hingga orang terkaya di dunia Jeff Bezos pada bulan lalu. Namun, sidang yang disiarkan melalui Zoom itu disusupi video pornografi.

Reporter yang berfokus pada pemberitaan siber, Brian Krebs bercerita, persidangan yang berlangsung kemarin itu bisa diakses tanpa kata sandi. Dengan begitu, semua orang bisa mengikuti persidangan melalui Zoom.

Alhasil, sidang diwarnai dengan suara jeritan, musik, kata-kata kutukan hingga video pornografi. Meski begitu, persidangan tetap berjalan.

Hakim bernama Christopher Nash mengatakan, persidangan itu memang terbuka sehingga bisa diikuti oleh warga dan jurnalis. Namun, “ke depan, (persidangan) akan dilindungi dengan kata sandi,” demikian dikutip dari The Verge, Rabu (5/8).

Fenomena masuknya peserta yang tidak diundang pada konferensi video di aplikasi Zoom seperti itu, dikenal dengan istilah Zoomboombing.

Sidang itu membahas pengurangan jaminan yang harus dibayar terdakwa sebesar US$ 725 ribu atau sekitar Rp 10,5 miliar. Namun, pengacara terdakwa berusaha untuk mengurangi lagi angka jaminan itu.

Clark diduga menjadi dalang atas peretasan terhadap lusinan akun para tokoh dan selebritas pada Juli lalu. Pria berusia 17 tahun itu diduga menyamar sebagai anggota departemen informasi teknologi (IT) Twitter dan menggunakan ‘tools’ milik tim administrasi perusahaan untuk membobol akun pengguna.

Sumber Reuters yang merupakan mantan karyawan Twitter mengatakan, lebih dari 1.000 karyawan dan kontraktor punya akses untuk membobol akun pengguna. Mereka memiliki tools, yang jika diambil alih oleh peretas (hacker), maka akan dengan mudah masuk ke akun pengguna.

Benar saja, Clark berhasil membobol ratusan akun Twitter, termasuk milik para tokoh dan selebritas. Peretas meminta pengikut (follower) mengirimkan US$ 1.000 dalam bentuk bitcoin melalui akun-akun itu.

Melalui akun yang diretas itu, peretas mengaku akan mengembalikan bitcoin yang dikirim dua kali lipat.

Pada akun Bill Gates misalnya, cuitan itu berbunyi “saya berjanji akan menggandakan semua pembayaran ke alamat (akun) bitcoin saya dalam 30 menit. Anda mengirimkan US$ 1.000, maka saya kirimkan US$ 2.000.”

Pelaku dikabarkan berhasil meraup bitcoin US$ 280 ribu atau sekitar Rp 4,1 miliar. Platform pertukaran cryptocurrency, seperti Coinbase dan beberapa perusahaan sejenis pun menghentikan aksi itu setelah alamat dompet peretas masuk daftar hitam (blacklist).

Coinbase menghentikan transaksi sekitar 1.100 pelanggannya yang mengirim bitcoin ke akun peretas tersebut. Dari jumlah itu, 14 pengguna di antaranya mengirim bitcoin senilai US$ 3.000 atau sekitar Rp 44 juta.

“Kami memperhatikan terjadi penipuan dan mulai memblokir transaksi dalam beberapa menit dari gelombang awal saat unggahan penipuan,” kata juru bicara Coinbase sebagaimana dikutip The Verge, pada Juli lalu (21/7).

 

Reporter: Cindy Mutia Annur

Video Pilihan

Artikel Terkait