Startup Jubelio Rilis Layanan Integrasikan Toko UMKM dengan E-Commerce

Lebih dari 1 juta UMKM berjualan online sejak ada pandemi corona. Jubelio luncurkan solusi bisnis integrasikan toko dengan 10 platform e-commerce.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
6 Agustus 2020, 16:55
Startup Jubelio Rilis Layanan Integrasikan Toko UMKM dengan E-Commerce
Instagram/@jubelio
Ilustrasi layanan toko online

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Selama pandemi corona, lebih dari satu juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjualan online untuk menjangkau konsumen. Momen ini dimanfaatkan oleh startup di bidang Software as a Services (SaaS) Jubelio, dengan meluncurkan solusi bisnis bernama Webstore.

Berdasarkan survei RedSeer, masyarakat mulai berbelanja di e-commerce saat pandemi Covid-19. Ini untuk meminimalkan risiko tertular virus corona. Alhasil, volume permintaan di e-commerce melonjak lima hingga 10 kali lipat.

Hal itu juga yang membuat UMKM beralih ke platform e-commerce. Pemerintah mencatat, lebih dari satu juta UMKM mulai berjualan online selama masa pagebluk ini.

Pemerintah menargetkan 10 juta UMKM berjualan online hingga akhir tahun ini. “Fokusnya sekarang membantu UMKM agar bisa mengembangkan bisnis online mereka,” ujar Co-founder Jubelio Andra Yusuf saat konferensi pers secara virtual, Kamis (6/8).

Oleh karena itu, perusahaan meluncurkan Webstore. Dengan solusi baru ini, pelaku usaha bisa mengintegrasikan tokonya dengan platform e-commerce, dan mengaturnya.

"Webstore melengkapi omni-channel ritel. Di Jubelio, ritel bisa mendapatkan layanan dari hulu ke hilir," kata Andra.

Ada tiga opsi layanan webstore, mulai dari basic, enterprise, dan profesional. Pelanggan akan dikenakan biaya berlangganan sekitar Rp 300 ribu, jika menggunakan layanan ini.

Jubelio memang berfokus menyediakan layanan omni-channel berbasis komputasi awan (cloud). Omni-channel merupakan sistem yang memungkinkan pelaku usaha ritel baik skala besar maupun UMKM, mengintegrasikan bisnisnya ke berbagai platform, termasuk e-commerce.

Sistem itu membuat konsumen bisa menggunakan lebih dari satu saluran penjualan. Dengan begitu, pelanggan bisa membeli produk secara langsung ke toko fisik maupun online.

Jubelio mencatat, permintaan layanan omni-channel meningkat selama pandemi. "Kami justru mendapatkan best sales pada Juli, karena banyak ritel yang beralih ke online," ujarnya.

Startup yang berdiri pada 2018 itu pun bekerja sama dengan 10 perusahaan di bidang e-commerce. Mereka di antaranya Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Blibli, Lazada hingga Zilingo.

Jubelio menyediakan beragam layanan, mulai dari  Point of Sales (PoS), Inventory Management, dan Order Management (WMS). Selain itu, penyedia logistik, Loyalty Reward System, dan Sistem Akunting Terpadu dalam satu platform.

Perusahaan sudah menggaet 3.000 pelanggan, baik UMKM maupun korporasi. Ke depan, Jubelio berfokus menggandeng lebih banyak perusahaan marketplace.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait