Emas Diburu Investor Tua, Bitcoin Diminati Milenial saat Pandemi

Emas dan bitcoin diminati selama pandemi corona, sehingga harganya terus meroket, bahkan menyentuh rekor.
Image title
7 Agustus 2020, 10:31
Emas Diburu Investor Tua, Bitcoin Diminati Milenial saat Pandemi
PXHERE.com
Ilustrasi bitcoin

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Perusahaan jasa keuangan asal Amerika Serikat (AS), JP Morgan Chase & Co mencatat, investor milenial memilih bitcoin untuk berinvestasi selama pandemi corona. Sedangkan investor yang lebih tua berburu emas.

Transaksi emas dan bitcoin terus melonjak selama lima bulan terakhir. “Investor tua dan muda mencermati mata uang ‘alternatif’,” kata para ahli strategi JP Morgan dalam laporannya, dikutip dari Bloomberg, kemarin (6/8).

Mereka mencatat, kepemilikan investor atas dana yang diperdagangkan di bursa emas dan mata uang digital (cryptocurrency) secara global meningkat selama pandemi virus corona.

CEO Indodax Oscar Darmawan pun sependapat dengan hasil laporan tersebut. Ia menilai, investor milenial dan yang lebih tua berusaha mengamankan kekayaan dari resesi ekonomi secara global.

Caranya, dengan membeli bitcoin dan emas. "Saat masa pandemi ini, keduanya (bitcoin dan emas) menunjukkan performa yang fantastis dibandingkan produk investasi lainnya yang melemah karena Covid-19," ujar Oscar dikutip dari siaran pers.

Fenomena itu juga terjadi di Indonesia. Investor bitcoin di Indodax, umumnya diminati oleh investor milenial. Namun, “investor tua juga mulai membeli bitcoin dan aset cryptocurrency di Indodax," ujar Oscar.

Perusahaan mencatat, investor yang lebih tua mulai berminat mengoleksi bitcoin meski tak sebanyak milenial.

Harga bitcoin pun menembus US$ 11.300 atau sekitar Rp 165 juta selama beberapa hari terakhir. Artinya, ada kenaikan lebih dari dua kali sejak awal 2020. Harga emas Antam pun tembus Rp 1 juta lebih per gram.

“Saat pandemi, banyak orang yang beralih ke emas dan bitcoin. Ini membuat permintaannya meningkat, sehingga harganya melonjak,” kata Oscar.

Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong permintaan bitcoin. Salah satunya, kebijakan di negara-negara maju yang memperlonggar aturan cryptocurrency sebagai langkah stimulus menghadapi krisis global. 

AS misalnya, memperbolehkan bank mengelola cryptocurrency. Eropa juga siap mengeluarkan kebijakan yang ramah terhadap mata uang digital.

“Inilah kenapa harga bitcoin juga akan meningkat setelah masa pandemi. Jadi, belum terlambat bagi yang ingin membeli bitcoin sekarang,” ujar Oscar.

Reporter: Cindy Mutia Annur

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait