2 Juta Atlet E-Sports Berebut Hadiah Rp 2 Miliar di Turnamen Garena

Garena menggelar turnamen e-sports Free Fire Fall Season dalam tiga sesi. Pemenang bisa mendapatkan Rp 1,2 miliar. Total hadiah Rp 2 miliar.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
7 Agustus 2020, 17:12
2 Juta Atlet E-Sports Berebut Hadiah Total Rp 2 M di Turnamen Garena
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ilustrasi, sejumlah peserta mengikuti pertandingan game Free Fire dalam acara Free Fire Shopee Indonesia Master (FFSIM) Season 2 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Perusahaan asal Singapura, Garena akan menggelar turnamen e-sports Free Fire Fall Season pada Agustus hingga November. Pengembang gim online ini memperkirakan, dua juta atlet mengikuti pertandingan untuk memperebutkan total hadiah Rp 2 miliar.

Turnamen itu akan digelar dalam tiga sesi. Pertama, Free Fire Master League (FFML) Season II selama 8 Agustus hingga 19 September.

Kedua, Free Fire Indonesia Masters (FFIM) 2020 Fall pada September sampai Oktober. Terakhir, Free Fire International Tournament (FFIT) yang akan digelar November.

Pemenang turnamen FFML Season II akan meraih Rp 1,2 miliar. Sedangkan peserta FFIM 2020 Fall akan memperebutkan total hadiah Rp 800 juta.

Turnamen tersebut terbuka untuk seluruh tim e-sports, bukan hanya lokal. “Kami terus mengasah kemampuan tim agar memberikan tontonan menarik dan mengharumkan Indonesia di kancah internasional,” kata Direktur Garena Indonesia Hans Kurniadi Saleh saat konferensi pers secara virtual, Jumat (7/8).

Hans mengatakan, turnamen Free Fire telah melahirkan jutaan atlet e-sports sejak 2018.

Ia menyebutkan, jumlah peserta yang mengikuti turnamen terus meningkat. Turnamen Free Fire Spring Season pada tahun ini misalnya, diikuti oleh 514 ribu tim dan 15 juta lebih penonton.

Pada masa pandemi corona ini, Garena menggelar turnamen secara online. Warganet bisa menonton melalui YouTube dan Facebook.

"Streaming akan menjadi yang utama. Kami berupaya menyediakan aksesibilitas dan mengembangkan layanan streaming e-sports," kata Hans.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menambahkan, e-sports bisa berkembang pesat di tengah pandemi virus corona. “Saat kegiatan secara fisik di lapangan terhenti, seharusnya e-sports terdorong," ujarnya.

Berdasarkan riset DailySocial pada 2019, 43,6% dari total 1.445 responden mengaku bermain e-sports setiap hari. Sedangkan yang bermain beberapa kali dalam seminggu mencapai 35,8%.

Hanya 16,8% responden yang jarang bermain e-sports. Lalu, 3,9% tidak pernah memainkannya. Datanya bisa dilihat pada Databoks di bawah ini:

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait