Google Luncurkan Fitur Sensor Gempa Bumi di Ponsel Android

Dengan fitur baru dari Google itu, pengguna ponsel Android akan mendapat pemberitahuan jika terjadi gempa bumi.
Image title
13 Agustus 2020, 09:25
Google Luncurkan Fitur Sensor Gempa Bumi di Ponsel Android
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Ilustrasi, seorang pria membuka laman Google dari gawainya di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) Google meluncurkan fitur baru pada sistem operasi (operating system/OS) Android, yang bisa mendeteksi gempa bumi. Pengguna ponsel akan menerima pemberitahuan jika terjadi lindu.

Fitur itu diluncurkan di California, AS terlebih dulu. "Kami sedang dalam jalur untuk mengirimkan peringatan gempa di mana pun pada ponsel pintar (smartphone)," kata Direktur Laboratorium Seismologi Universitas California, Berkeley yang berkolaborasi dengan Google, Richard Allen dikutip dari Reuters, Rabu (12/8).

Google mengandalkan akselerometer atau sensor yang mengukur arah dan kekuatan gerakan gempa. Ponsel akan mempelajari data dari historis pada akselerometer selama gempa bumi.

Untuk tahap pertama, Google akan mengandalkan data dari 700 seismometer di California.

Dalam membaca data historis selama gempa, Google juga bakal menggunakan perhitungan algoritma. Google akan mengirim lokasi yang dapat memetakan koordinat pusat gempa sekaligus memperkirakan seberapa besar tingkat lindu yang bakal terjadi.

Sensor seperti itu lebih dulu dikembangkan oleh Jepang, Meksiko, dan California. Dari peringatan itu, risiko korban jiwa, cedera, dan kerusakan properti bisa diminimalkan.

Google pun berkolaborasi dengan otoritas geologi setempat yakni United States Geological Survey (USGS) dan California Governor's Office of Emergency Services (Cal OES) untuk mengembangkan fitur itu. Pengguna ponsel Android yang telah mengaktifkan layanan lokasi dan berada di dekat gempa dengan magnitudo 4,5 SR atau lebih akan menerima peringatan.

Pengguna juga akan diminta turun ke lantai bawah untuk mencari perlindungan. "Ponsel Android Anda dapat menjadi seismometer mini," kata Principal Software Engineer Android Marc Stogaitis dikutip dari blog resmi Google.

Perusahaan mengembangkan fitur itu karena berdasarkan data National Earthquake Information Center AS, gempa setidaknya terjadi 20 ribu kali dalam setahun. 

Dengan adanya teknologi itu, Google berharap banyak pengguna ponsel Android bisa melakukan langkah mitigasi bencana. Perusahaan juga berencana memperluas cakupan fitur ini pada tahun depan.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Video Pilihan

Artikel Terkait