Target Untung, Grab Luncurkan Produk Manajemen Investasi

Grab meluncurkan tiga produk keuangan baru. Pesaing Gojek ini optimistis berada di jalur yang lebih cepat untuk meraup keuntungan.
Image title
19 Agustus 2020, 17:36
Target Untung, Grab Luncurkan Produk Manajemen Investasi
KATADATA | Ajeng Dinar Ulfiana
Ilustrasi, mitra pengemudi Grab memarkirkan motornya di parkiran khusus Grab , Mall FX, Jakarta Selatan (22/11/2018).

Perusahaan penyedia layanan on-demand, Grab meluncurkan produk manajemen investasi bernama AutoInvest. Decacorn asal Singapura ini memang berfokus mengembangkan layanan keuangan dan menargetkan keuntungan.

Melalui layanan terbaru itu, pengguna bisa berinvestasi mulai dari 1 dolar Singapura. Perusahaan menawarkan tingkat pengembalian sekitar 1,8% per tahun.

"Investasi di sebagian besar bank atau semua perusahaan manajemen investasi memiliki jumlah saldo investasi minimum. Kebanyakan sekitar US$ 10 ribu. Itu tidak sedikit," kata Head of wealth Grab Financial Group Chandrima Das dikutip dari Nikkei Asian Review, Rabu (19/8).

Dana investasi akan langsung dikirim ke dompet elektronik GrabPay. Dana bakal dialihkan ke obligasi korporasi yang sangat likuid.

Advertisement

Untuk menyediakan layanan investasi itu, Grab bekerja sama dengan Fullerton Fund Management dan UOB Asset Management. AutoInvest akan dirilis pada depan.

Selain AutoInvest, Grab meluncurkan dua produk keuangan lain yakni pinjaman dan cicilan alias PayLater. Fitur pinjaman akan tersedia di Singapura pada akhir tahun.

Perusahaan bakal berfokus memberikan pinjaman produktif bagi pelaku usaha di ekosistem, yang belum terjangkau layanan keuangan. Head of Financial Services Grab Ankur Mehrotra mencatat, ada 300 juta orang yang tidak memiliki riwayat kredit di Asia Tenggara.

Oleh karena itu, Grab membuat layanan pinjaman dengan bunga berkisar 0,8% hingga 1,5%. Ankur mengklaim, besaran bunga ini lebih rendah dibandingkan yang ditawarkan perbankan.

Lalu, Grab berencana menggaet mitra e-commerce untuk menyediakan layanan cicilan.

Pesaing Gojek itu mulai menyediakan layanan keuangan berupa uang elektronik (e-money) sejak 2016. Lalu, perusahaan mengembangkan berbagai produk finansial sejak tahun lalu.

“Kami percaya profitabilitas, keberlanjutan akan mengikuti dengan sangat baik," kata Managing Director Senior Grab Financial Group Reuben Lai.

Di tengah pandemi corona ini, Grab mengurangi rencana bisnis untuk vertikal layanan perjalanan dan perhotelan. Perusahaan justru berfokus pada bisnis keuangan, karena permintaannya meningkat selama masa pagebluk Covid-19.

“Grab sekarang berada di jalur yang lebih cepat menuju profitabilitas,” kata CEO Grab Anthony Tan dikutip dari Reuters, beberapa waktu lalu.

Managing Partner di GGV Capital Jixun Foo pun mengatakan, kecepatan merupakan kunci untuk meraup keuntungan. “Di saat yang tepat, semua orang merebut pangsa pasar. Saat air pasang berubah, perusahaan terbaik merespons paling cepat, mereka mengoreksi tercepat dalam hal bisnis,” katanya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait